Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Dalam kitab Durrotun Nasihin, disebutkan bahwa setiap malam di bulan Ramadhan memiliki fadhilah tersendiri bagi orang yang melaksanakannya.
Artinya: “Pada malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.”
Jembatan Shirathal Mustaqim adalah jembatan yang membentang di atas neraka, yang harus dilewati oleh setiap manusia menuju surga. Bagi orang yang rajin mengerjakan sholat Tarawih, khususnya pada malam ke-27 Ramadhan, Allah SWT akan memberinya kemudahan untuk melintasi jembatan tersebut dengan kecepatan seperti kilat.
Malam ke-27 Ramadhan juga sering dikaitkan dengan kemungkinan sebagai Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, beribadah di malam ini memiliki nilai yang sangat besar, termasuk dengan melaksanakan sholat Tarawih secara khusyuk dan penuh keimanan.
Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan keberkahan sholat Tarawih dan pertolongan Allah SWT di hari kiamat. Wallahu a’lam.
... Baca selengkapnyaMengikuti pengalaman pribadi selama menjalankan ibadah sholat Tarawih pada malam ke-27 Ramadhan, saya menyadari betapa istimewanya malam tersebut. Melaksanakan sholat dengan khusyuk dan penuh keyakinan memberikan rasa damai dan kedekatan dengan Allah SWT. Keutamaan malam 27, yang disebutkan dalam kitab Durrotun Nasihin, memberi motivasi lebih bagi saya untuk tidak melewatkan salah satu malam paling mulia di bulan suci ini.
Selain doa dan istighfar, saya juga rutin membaca surat Al-Qadr dan Al-Ikhlas sebagai bentuk memperbanyak amalan sunnah. Saya merasakan bahwa melalui sholat Tarawih malam 27, ada kekuatan spiritual yang luar biasa, seolah-olah setiap rakaat menjadi penolong untuk melewati jembatan Shirathal Mustaqim dengan mudah di akhirat nanti, sebagaimana dijelaskan makna hadits yang menyatakan kecepatan seperti sambaran kilat.
Bagi yang ingin mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, bersungguh-sungguh dalam sholat Tarawih dan dzikir menjadi kunci utama. Saya juga membiasakan untuk memperbanyak sedekah dan amal baik pada malam ini, karena keutamaannya yang besar sangat membantu menambah pahala. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa konsistensi dan keikhlasan dalam beribadah membawa ketenangan hati dan kesiapan spiritual untuk hari kiamat.
Bagi teman-teman yang belum merasakan pengalaman ini, saya sarankan untuk mencobanya dengan semangat dan hati yang bersih. Malam 27 Ramadhan adalah momentum emas yang tak boleh disia-siakan, karena adalah kesempatan langka untuk memperbaiki diri dan meraih ridha Allah SWT. Semoga kita semua termasuk yang diberi kemudahan dan rahmat-Nya.