Budi pekerti itu yang paling utama, orang mau pintar seperti apapun, kalau tidak punya etika, maka tidak akan ada harganya.
KH. M. Anwar Manshur
Budi pekerti atau akhlak mulia bukan hanya sekadar sikap sopan santun, melainkan jiwa yang mengatur bagaimana seseorang berinteraksi dengan sesama dan lingkungan sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari, memiliki budi pekerti yang baik akan membentuk karakter yang dipercaya dan dihormati oleh orang lain. Tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, karena kepintaran tanpa etika dapat menyebabkan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh, seseorang yang pintar namun tidak memiliki tata krama dan rasa hormat terhadap orang lain mungkin sulit membangun hubungan yang baik, menghambat karier, dan bahkan menyebabkan konflik sosial. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti perlu diberikan sejak dini agar seseorang mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral dalam setiap tindakannya. Pada konteks yang lebih luas, budi pekerti juga berkaitan dengan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab. Dengan budi pekerti yang kuat, seseorang mampu menjaga komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, dan menghindari perilaku negatif seperti penipuan atau kekerasan. KH. M. Anwar Manshur menegaskan bahwa tanpa etika, kepintaran seseorang tidak akan ada harganya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa kecerdasan harus diimbangi dengan karakter yang baik agar mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Maka dari itu, membangun dan mengembangkan budi pekerti adalah investasi penting yang akan membawa manfaat jangka panjang baik untuk individu maupun masyarakat.
