Sesekali saja makan jeroan gapapa

Kabupaten Jombang
2025/11/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai ibu rumah tangga, aku juga termasuk yang suka banget sama jeroan, tapi tetap berusaha batasi konsumsi. Biar makin kebayang, aku tulis di sini contoh jeroan apa saja dan gimana biasanya aku olah di rumah. Pertama, jeroan itu apa saja? Kalau dari sapi, beberapa bagian jeroan sapi yang umum dijual itu: - Hati sapi: teksturnya padat, rasanya khas. Enak ditumis pedas atau dibuat sambal goreng. Aku biasanya rendam dulu pakai air jeruk biar nggak terlalu amis. - Paru sapi: ini favorit suami. Biasanya aku rebus dulu sampai empuk, baru digoreng atau dioseng kering dengan cabai ijo. - Babat: bentuknya berlipat-lipat, agak kenyal. Enak banget dibuat gulai atau tumis kecap pedas. - Usus sapi: sebelum dimasak, aku bersihin berkali-kali pakai garam dan jeruk nipis. Cocok buat oseng usus atau campuran soto. - Limpa dan ginjal: dua bagian ini juga termasuk jeroan, tapi aku pribadi jarang masak karena keluargaku kurang suka. Kalau jeroan kambing, kurang lebih mirip jenisnya: ada hati kambing, usus kambing, babat, dan kadang ada paru juga. Untuk oseng jeroan kambing, langkahku biasanya: 1. Rebus dulu jeroan kambing dengan jahe, daun salam, dan sereh supaya amisnya berkurang. 2. Setelah empuk, potong kecil-kecil. 3. Tumis bumbu iris (bawang merah, bawang putih, cabai merah/hijau, tomat) sampai wangi. 4. Masukkan jeroan, tambahkan kecap, garam, gula, dan sedikit merica. Oseng sampai bumbu meresap. Nama bagian jeroan sapi yang kadang bikin bingung di pasar: ada yang sebut babat, iso (bagian usus besar yang tebal), dan torpedo (alat reproduksi jantan). Aku sendiri lebih sering beli hati, paru, dan babat karena lebih gampang diolah dan keluargaku paling cocok sama tiga itu. Walaupun suka, aku tetap pegang prinsip sesekali saja makan jeroan gapapa. Biasanya aku jadwalkan, misalnya sebulan sekali atau dua kali, jadi nggak tiap minggu. Soalnya jeroan tinggi kolesterol, jadi buat yang punya riwayat kolesterol atau darah tinggi harus ekstra hati-hati. Tips dari pengalamanku: - Selalu rebus dulu jeroan sampai busanya keluar, buang air rebusan pertama, lalu rebus lagi dengan bumbu aromatik. - Jangan lupa tambahkan sayur di menu lain biar tetap seimbang. - Makan jeroan secukupnya, jangan kalap walaupun enak. Ini versi pengalamanku sebagai ibu rumah tangga yang suka masak oseng jeroan tapi tetap pengin jaga kesehatan keluarga. Kalau kamu punya resep andalan jeroan, bisa dicoba variasikan juga dengan cara di atas supaya makin enak dan aman dimakan sesekali.