🫠

2025/8/19 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalimat "dadio lakon ojo dadi penonton" itu kerasa banget di hidup sehari-hari. Dulu aku sering banget cuma lihat orang lain maju, dapat kerjaan bagus, sukses duluan, dan aku cuma bisa rasan-rasan, ngomong di belakang, sambil mikir hidup kok berat. Padahal ya, aku sendiri nggak benar-benar berani ambil langkah. "Urip dudu kontes" jadi pengingat penting buat aku. Hidup itu bukan lomba siapa duluan sukses, siapa duluan kepenak. Semua nggak ada yang ujug-ujug langsung kepenak. Di balik orang yang kelihatan bahagia, sering ada cerita capek, mumet, bahkan harus "wis ngombe obat" dulu demi bisa kuat jalanin hari. Jadi ketika aku ngerasa ketinggalan, aku coba pelan-pelan nerima kalau setiap orang "kabeh wes ono wayahe dewe dewe". Ada masa di mana aku cuma jadi penonton: lihat teman buka bisnis, lanjut kuliah, coba hal baru. Aku cuma komentar, kadang sinis, kadang iri. Lama-lama aku sadar, "susah dadi guyon, penak sitik dadi rasan-rasan". Maksudnya, lebih gampang ngomong daripada bergerak. Dari situ aku mulai coba sedikit-sedikit jadi lakon dalam hidupku sendiri. Caranya nggak yang muluk-muluk. Aku mulai dari hal kecil: belajar skill baru, berani apply kerjaan yang dulu malah nggak berani dicoba, bikin konten walau ngerasa belum bagus. Setiap kali pingin nyerah, aku ingat kalimat "bertempurlah" dan "umume wong bakoh sing tenang". Orang kuat itu bukan yang selalu rame, tapi yang diam-diam terus berproses. Nikmati proses itu kadang terasa nggak enak, jujur aja. Ada fase mumet, gagal, ditolak, dikritik. Tapi ketika aku berhenti membandingkan hidupku dengan orang lain, rasanya jadi lebih ringan. Pelan-pelan aku belajar lihat perjalanan sebagai sesuatu yang berharga, bukan cuma hasil akhir. Kalimat "dadio lakon ojo dadi penonton" sekarang jadi semacam reminder pribadi. Saat aku mulai sibuk rasan-rasan, iri, atau protes sama hidup, aku ingat "rasah protes, dadi nikmati proses". Hidup memang bukan kontes, tapi kalau terus jadi penonton, kita nggak akan pernah benar-benar ngerasain rasane berjuang buat diri sendiri. Jadi kalau kamu lagi ngerasa hidupmu belum se-keren orang lain, coba tenangkan diri. Stop sejenak dari rasan-rasan, mulai ambil satu langkah kecil yang bikin kamu jadi lakon dalam cerita hidupmu sendiri. Pelan-pelan wae, sing penting terus maju, ora mung nonton.