#pejuangdevisa🇹🇼🇹🇼
Sebagai sesama pejuang devisa yang lagi proses ke Taiwan, aku dulu juga bingung banget soal TETO Taiwan itu apa dan gimana contohnya. Singkatnya, TETO (Taipei Economic and Trade Office) itu kayak perwakilan Taiwan di Indonesia, yang ngurus visa dan dokumen kita sebelum berangkat. Jadi kalau kalian sering lihat orang share "contoh TETO Taiwan" di medsos, biasanya yang dibahas itu contoh formulir, contoh visa, atau contoh surat keterangan yang keluar dari TETO. Waktu mas adek dinyatakan lolos dan siap berangkat dari SBY (Surabaya) menuju Taiwan, rasanya campur aduk. Seneng karena akhirnya impian kerja di luar negeri kebuka, tapi sedih juga karena harus siap LDR sama keluarga. Buat yang lagi LDR juga, kadang aku ngucapin ke pasangan pakai bahasa Inggris sederhana kayak, "I will accompany your process" atau "I will stay with you through your process", yang mirip sama kalimat "akan ku temani prosesmu" kalau diterjemahin ke bahasa Inggris. Buat yang penasaran sama istilah "gadis teto", di beberapa obrolan santai, orang suka nyebut TKW yang kerja di Taiwan sebagai "gadis teto" atau pejuang TETO, karena semua pasti pernah lewat proses TETO buat bisa kerja di sana. Tapi menurutku, di balik sebutan itu ada perjuangan besar: kursus bahasa, medical check up, nunggu panggilan, sampai tes dokumen di TETO. Jadi jangan cuma lihat dari sisi lucu-lucunya aja, tapi juga effort dan pengorbanannya. Aku juga sempat kepo masalah uang sebelum berangkat, termasuk kurs mata uang negara lain. Misalnya, aku pernah iseng cari tahu 100 Sri Lanka rupee berapa rupiah, karena sering dengar cerita TKI yang transit atau kerja di beberapa negara lain juga. Info kayak gitu sebenarnya penting buat kita yang suka bandingin gaji, biaya hidup, atau kirim uang lintas negara. Walau fokusku sekarang ke Taiwan, belajar soal mata uang asing bikin kita lebih kebayang nilai kerja keras kita di luar negeri. Kalau kalian lagi cari pegangan buat proses TETO Taiwan, saran dari aku: siapin semua berkas dari awal, sering tanya ke agensi atau teman yang sudah berangkat duluan, dan jangan malu minta contoh dokumen yang sudah jadi. Biasanya mereka mau share contoh TETO Taiwan, mulai dari cara isi formulir, tata cara wawancara, sampai tips pas hari H ke kantor TETO. Yang paling penting, jaga mental. Proses ini nggak sebentar: dari pamit ke keluarga, siap LDR, sampai adaptasi bahasa dan budaya Taiwan. Tapi setiap kali mulai goyah, aku selalu ingat lagi niat awalku jadi pejuang devisa: pengin bantu keluarga, nabung masa depan, dan bikin hidup lebih baik. Semoga cerita singkatku ini bisa sedikit nemenin proses kalian juga, ya.
