VIRAL 30JT VIEWS! JENAZAH BERAT DAN BAU BUSUK?!
Kala itu Rifai bekerja sebagai sopir ekspedisi, namun sayang karena saat itu dilanda pandemi, dirinya pun terdampak PHK.
Rifai pun akhirnya melamar kerja sebagai relawan pandemi, yang mana ternyata tugasnya adalah menjadi sopir ambulans dan dirinya cukup penakut serta juga belum pernah sama sekali mengantar atau bersinggungan dengan jenazah.
Hingga ketika pertama kali mengantar jenazah, Rifai malah mengalami kejadian2 yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dimana bermula ketika itu dirinya sedang mengantar jenazah wabah flu, tiba2 Rifai mendapat bisikan dalam bahasa Jawa yang menyuruhnya untuk pelan-pelan saja.
Selain itu pernah juga Rifai mengalami kejadian yang membuat bulu kuduk berdiri, yang mana saat itu dirinya mengantar jenazah bayi ke pelosok desa di Bojonegoro. Namun saat perjalanan pulang seorang diri, Rifai yang sedang membuat konten tidak sengaja merekam penampakan sosok diduga pocong di tengah gelapnya hutan.
Bahkan pernah Rifai mengalami kejadian yang menurutnya gak masuk diakal, yang mana mobil ambulansnya sempat terjebak 3 hari di tengah pemakaman Surabaya..
Menjadi sopir ambulans saat pandemi tentunya bukan pekerjaan yang mudah, apalagi bagi seseorang yang mengaku penakut seperti Rifai. Dari cerita yang dibagikan, saya bisa merasakan bagaimana ketegangan dan ketakutan bercampur menjadi satu saat harus menghadapi situasi yang tak umum, seperti membawa jenazah yang berbau busuk dan penuh misteri. Salah satu pengalaman yang sangat menonjol adalah ketika Rifai merekam penampakan pocong di tengah hutan gelap saat pulang mengantar jenazah bayi di Bojonegoro. Saya sendiri pernah mengalami kejadian serupa saat bertugas malam hari di daerah terpencil, di mana cahaya redup dan keheningan sekeliling membuat pikiran mulai membayangkan hal-hal menakutkan. Selain itu, kisah mobil ambulans yang terjebak selama tiga hari di pemakaman Surabaya juga mengingatkan saya akan pentingnya kesiapan mental dan fisik dalam pekerjaan ini. Tidak hanya berkendara, tapi juga bertahan dengan kondisi tak terduga dan lingkungan yang menyeramkan. Bisikan berbahasa Jawa yang Rifai dengar saat mengantar jenazah flu menambahkan dimensi mistis dalam pengalamannya, yang bagi sebagian orang mungkin terdengar seperti halusinasi, tapi juga bisa jadi bagian dari kondisi psikologis karena tekanan pekerjaan dan suasana sekitar. Dari cerita ini, pentingnya menghargai peran para relawan dan pekerja medis selama pandemi menjadi jelas, mereka kerap menjalankan tugas berat yang tidak hanya melelahkan secara fisik, tapi juga menantang secara emosional dan spiritual. Kisah Rifai bukan hanya tentang sosok jenazah dan bau busuk, tapi juga keteguhan hati menghadapi ketakutan terbesar dalam hidup.






















































