Biji salak ubi ungu 🍠
💜🍡 Kue Bugis Ubi Ungu🍡💜
🛒 Bahan Kulit :
🍠 250 gr ubi ungu (kukus, haluskan)
🌾 200 gr tepung ketan
🥥 50 ml santan hangat
🍬 2 sdm gula pasir
🧂 Sejumput garam
🥥 Bahan Isian (Unti Kelapa):
🥥 150 gr kelapa parut (setengah tua)
🍯 100 gr gula merah (sisir halus)
🍃 1 lembar daun pandan
💧 2–3 sdm air
👩🍳 Cara Membuat Isian :
1️⃣ Campur kelapa 🥥, gula merah 🍯, daun pandan 🍃 & air 💧.
2️⃣ Masak dengan api kecil sampai gula larut & agak kering.
3️⃣ Angkat, dinginkan dulu ya 😉
👩🍳 Cara Membuat Kulit :
1️⃣ Campur ubi halus 🍠, tepung ketan 🌾, gula 🍬 & garam 🧂.
2️⃣ Tambahkan santan sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dipulung (tidak lengket di tangan).
3️⃣ Ambil adonan, pipihkan, isi unti kelapa, lalu bulatkan.
4️⃣ Bungkus dengan daun pisang (boleh dialasi plastik tahan panas kalau susah membentuk).
🔥 Mengukus :
Kukus selama ±20 menit sampai matang. Angkat & sajikan hangat 🤤💜
#RamadhanGuide #risingstarramadhan #camilan #Resepsimple #kue
Sebagai penggemar kue tradisional Indonesia, saya selalu tertarik mencoba berbagai jenis kue yang kaya rasa dan memiliki ciri khas daerah masing-masing. Biji salak ubi ungu ini menjadi salah satu favorit baru saya karena selain rasanya yang manis dan gurih, warnanya yang ungu cerah membuat tampilannya sangat menarik dan menggugah selera. Saat pertama kali mencoba resep ini, saya mengikuti langkah demi langkah seperti dijelaskan: mulai dari mengukus ubi ungu, membuat kulitnya dengan tepung ketan dan santan, hingga memasak unti kelapa sebagai isian. Kombinasi gula merah dan kelapa parut setengah tua memberikan rasa manis alami yang pas dan tekstur yang kenyal serta lembut di mulut. Tips yang saya pelajari selama praktik adalah saat menguleni adonan kulit, penting untuk menambahkan santan sedikit demi sedikit agar adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. Jika adonan terlalu lengket, bisa ditambahkan tepung ketan sedikit saja. Membungkus dengan daun pisang juga memberi aroma khas yang semakin menambah kenikmatan kue ini. Pengalaman mengukus selama 20 menit sudah cukup untuk memastikan biji salak matang sempurna tanpa membuatnya keras. Menyajikan kue ini dalam keadaan hangat benar-benar meningkatkan rasa, apalagi jika disantap saat minum teh hangat sore hari. Saya juga mencoba beberapa variasi seperti menambahkan sedikit wijen sangrai di atas kue sebelum mengukus, yang memberikan tekstur renyah dan aroma yang menggoda. Selain itu, kue ini sangat cocok dijadikan pilihan camilan sehat karena menggunakan bahan alami seperti ubi ungu yang kaya antioksidan. Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, jangan ragu untuk bereksperimen dengan isian atau bahkan menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera. Proses membuatnya juga bisa dijadikan aktivitas seru bersama keluarga, terutama saat menyambut momen spesial seperti bulan Ramadhan. Dengan resep sederhana ini, kita bisa menikmati kue tradisional yang tidak hanya lezat tapi juga menyehatkan.
