Bebek songkem bebas kolesterol khas Madura
Makan bebek gak perlu kuatir kolesterol di Spesial Songkem 88 ini pelopor bebek songkem khas Madura di Malang. Dimasak 3 jam jadi dagingnya empuk sampai ke tulang, bumbunya meresap dan lemaknya luntur. Enak dimakan pakai bumbu hitam khas Madura dan sambal pencit.
🏠Spesial Songkem 88
📍Jl. Guntur No.20 Malang (depan Pasar Oro-oro Dowo)
⏰16.00-23.00
⛔️Senin libur
💰Harga: mulai 23k
⭐️Rate: 5/5
#kulinermalang #Eatventure #honestreview #makanenak #bebekmadura
Pertama kali dengar "bebek songkem bebas kolesterol khas Madura" aku langsung penasaran, soalnya biasanya kalau dengar bebek pasti kepikiran kolesterol tinggi. Ternyata di Spesial Songkem 88 Malang, konsepnya beda. Bebeknya dimasak lama (kurang lebih 3 jam) dengan cara dikukus/dibungkus rapat pakai bumbu, jadi lemak banyak yang luntur tapi daging tetap juicy dan empuk sampai ke tulang. Sedikit cerita, bebek songkem sendiri merupakan olahan khas Madura. Konon tradisi bebek khas ini berawal dari kebiasaan memasak bebek dengan bumbu rempah yang kuat, lalu dikukus atau dipanggang perlahan supaya tahan lama dan bumbunya meresap. Kata "songkem" sendiri sering dikaitkan dengan makna menghormati atau menyajikan hidangan terbaik untuk tamu. Jadi wajar kalau rasanya kaya rempah dan aromanya sedap banget. Di Spesial Songkem 88, yang menurutku menarik bukan cuma bebeknya, tapi juga pilihan bumbunya. Bumbu hitam khas Madura itu rasanya gurih-manis, agak smoky, dan wangi rempah. Cocok banget dipadukan dengan sambal pencit yang asem-segar dan pedas. Sensasinya unik: ada gurih dari bebek, manis dari bumbu hitam, plus asem seger dari mangga muda. Kalau suka sambal ala bebek sinjay, sambal pencit di sini bisa jadi alternatif yang mirip-mirip tapi versi Malang. Buat yang lagi cari info resep bebek songkem, aku sempat tanya-tanya sedikit. Intinya, bumbu dasarnya mirip bumbu ungkep: bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jahe, lengkuas, dan lain-lain, lalu bebek dimasak lama sampai empuk. Versi rumahan bisa dikukus dulu lama sampai daging empuk, baru digoreng sebentar atau dipanggang, tapi di sini lebih fokus ke proses kukus/ungkep sehingga lemaknya turun tanpa harus banyak minyak. Kalau kamu khawatir soal daging bebek dan kolesterol, menurutku cara masak seperti di Spesial Songkem 88 ini cukup membantu. Lemak kelihatan berkurang, kulit nggak terlalu berminyak, dan tidak terlalu bikin enek. Tetap saja, porsinya kudu dijaga ya, apalagi kalau kamu punya riwayat kolesterol tinggi, tapi setidaknya ini bisa jadi opsi bebek yang terasa lebih ringan. Selain bebek songkem, di beberapa tempat juga ada ayam songkem dengan teknik masak yang mirip. Buat yang kurang suka bebek, ayam songkem bisa jadi pilihan lebih aman. Teksturnya biasanya lebih lembut dan rasanya lebih familiar buat yang belum terbiasa makan bebek. Kalau mau mampir ke Spesial Songkem 88 di Malang, lokasinya di Jl. Guntur No.20, depan Pasar Oro-oro Dowo. Bukanya sore sampai malam (16.00–23.00) dan Senin libur, jadi jangan salah hari. Harga mulai sekitar 23k menurutku cukup terjangkau untuk porsi bebek, apalagi dengan proses masak selama itu. Tips dari aku: datang agak awal biar pilihan menu masih lengkap, dan pesan bebek songkem + bumbu hitam + sambal pencit biar dapat pengalaman rasa khas Madura yang maksimal. Kalau kuat pedas, minta sambalnya agak banyak. Menurutku ini salah satu tempat yang wajib kamu coba kalau lagi jelajah kuliner Malang dan penasaran sama bebek songkem Madura 88 yang katanya bebas kolesterol ini.