jd semenjak tfl ku kena + udh physio tiap abis lari pasti sakit… jd ktnya harus bertahap both pace & jaraknya dan sambil st. hari ini start small di 3km pace nya jg 8.30 heuheu cpt kuat kakiku #running #runningtok
Mengalami cedera TFL (Tensor Fascia Latae) memang membuat proses berlari menjadi penuh tantangan, terutama ketika harus menghadapi rasa sakit setelah lari yang membutuhkan sesi fisioterapi. Dari pengalaman saya sendiri, pemulihan cedera seperti ini butuh kesabaran dan pendekatan yang sangat bertahap, bukan hanya dari sisi kecepatan lari tapi juga dari jarak yang ditempuh. Salah satu metode yang saya terapkan adalah melakukan recovery run dengan jarak yang lebih pendek, sekitar 3 km, dengan pace yang cukup santai yaitu sekitar 8:30 menit per kilometer. Hal ini membantu mengurangi tekanan pada otot dan sendi yang cedera, sekaligus menjaga kebugaran tetap terjaga. Melakukan lari di area yang nyaman seperti pantai juga memberi keuntungan ekstra, karena permukaan pasir yang empuk membantu mengurangi benturan dan memberikan pijatan alami pada kaki. Selain itu, latihan fisio setelah berlari sangat penting untuk membantu proses penyembuhan otot dan jaringan sekitar TFL. Saya sering mengombinasikan latihan peregangan dan penguatan otot pinggul dan paha yang membantu mempercepat proses pemulihan serta mencegah cedera berulang. Ketika memulai kembali lari setelah cedera, selalu dengarkan tubuh Anda. Jangan memaksakan diri jika masih terasa nyeri. Bertahap meningkatkan pace dan jarak secara perlahan akan membantu kaki beradaptasi kembali dan memperkuat otot-otot yang terdampak. Dengan cara ini, selain menjaga semangat berlari, kita juga dapat memastikan cedera tidak kambuh dan kebugaran tetap terjaga secara optimal. Semoga pengalaman ini bermanfaat dan memotivasi Anda yang juga sedang dalam proses recovery dari cedera olahraga.
