2025/10/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat cuplikan Zoom (2006), aku kira ini bakal jadi film superhero yang serius kayak kebanyakan film Marvel atau DC. Ternyata setelah ditonton, vibes-nya lebih ke komedi keluarga yang ringan dan receh, tapi justru itu yang bikin nagih. Fokusnya memang di anak-anak berkekuatan super, bukan cuma di aksinya, tapi juga kelucuan dan kekacauan yang mereka bikin. Di awal film kita dikenalin sama beberapa kandidat superhero di semacam interview khusus. Ada bocah gemuk yang bisa membesarkan bagian tubuhnya sesuka hati. Adegan dia loncat dari papan loncat ke kolam, terus pantatnya membesar 10 kali lipat sampai semua orang basah kuyup dan air kolam langsung habis, itu bener-bener nunjukkin kalau film ini nggak terlalu serius dan lebih ke komedi visual. Selain itu ada juga karakter yang bisa menghilang, ada gadis kecil yang super kuat sampai bisa lempar meja dan barbel dengan enteng, plus satu cewek yang bisa mengendalikan benda dengan pikirannya (telekinesis). Mereka semua dikumpulin untuk membentuk tim superhero baru dan dilatih di sebuah fasilitas rahasia, semacam AREA 52 gitu. Di sinilah bagian "super berantakan" mulai kerasa. Menurutku, bagian training mereka adalah yang paling menghibur. Alih-alih latihan serius, mereka sering kabur, bercanda, atau pakai kekuatan buat hal-hal receh. Bocah gemuk yang nggak mau keluar kamar, lalu dipancing dengan cara dijek-in soal tubuhnya, sampai akhirnya dia marah dan membesarkan tubuhnya, itu nunjukin sisi insekur plus perkembangan karakternya pelan-pelan. Gadis kecil yang pakai gaun putri warna pink tapi punya kekuatan super kuat juga bikin kontras yang lucu banget. Yang bikin Zoom (2006) beda dari film superhero lain adalah nuansa keluarganya. Ceritanya nggak cuma soal menyelamatkan dunia, tapi juga soal kepercayaan diri, belajar kerja sama tim, dan bagaimana anak-anak ini menerima kekuatan mereka masing-masing. Bahkan adegan mereka naik piring terbang lalu nongol ke restoran cepat saji buat beli burger pun kerasa kayak fantasi bocah: punya kekuatan super tapi tetap pengin jajan makanan cepat saji. Kalau kamu lagi cari film superhero dengan alur film yang ringan, banyak momen kocak, dan cocok ditonton bareng adik atau keluarga, Zoom (2006) menurutku masih oke buat dijadikan tontonan santai. Jangan berharap CGI canggih atau plot super kompleks, tapi nikmati aja kekonyolan para karakter dan cara mereka pakai kekuatan super mereka yang kadang nggak penting tapi bikin ketawa. Dari ke-4 kekuatan super di film ini, jujur aku sendiri masih mikir, lebih seru bisa menghilang, super kuat, membesarkan tubuh, atau punya telekinesis ya?