2025/10/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAwal nonton Alive (2020), aku kira ini cuma film zombie yang isinya lari-lari dan jumpscare. Ternyata pas diikuti alurnya, terutama bagian Minho yang sendirian di apartemen, film ini berasa banget ke mental. Suasana sepi, kehabisan makanan, sinyal HP hilang, dan cuma bisa berharap ada kabar dari keluarga. Adegan waktu dia nekat mengulurkan ponselnya keluar jendela demi cari sedikit sinyal itu bikin aku mikir: di dunia yang serba online, kehilangan koneksi bisa terasa sama horornya kayak dikejar zombie. Buat yang penasaran film Alive menceritakan tentang apa, inti ceritanya sebenarnya bukan cuma soal zombie alive yang ganas di dalam gedung, tapi tentang gimana seorang manusia bertahan hidup ketika dia merasa benar-benar sendirian. Minho berharap bisa menelepon ibunya, tapi yang dia dengar malah suara zombie yang mendobrak dan teriakan putus asa keluarganya. Dari situ kelihatan banget rasa bersalah dan putus asa yang numpuk, sampai dia melampiaskan amarah, kesedihan, dan rasa putus asanya dengan melempar semua barang di rumah. Beberapa hari kemudian, waktu kota sudah berubah jadi lautan api, lampu-lampu padam, dan sumber cahaya terakhir pun lenyap, di situ menurutku pesan terdalam film ini mulai kerasa. Minho yang selamat justru merasa nggak sanggup lagi hidup dalam penderitaan. Bagian ini sering disalahpahami, padahal di sini film Alive kayak mau nunjukkin kondisi orang yang hampir menyerah secara mental, bukan cuma takut sama zombie. Makna "alive" di film ini buat aku lebih ke soal bertahan secara batin, bukan sekadar masih bernapas. Saat laser merah masuk dari jendela dan ternyata ada orang selamat lain di depan sana, yaitu gadis bernama Yuna, nuansanya langsung berubah. Minho yang tadinya hampir kehilangan harapan, tiba-tiba punya alasan baru buat hidup. Mereka melambai satu sama lain dengan penuh semangat dan sepakat untuk bertemu esok pagi. Dari sini kelihatan kalau kehadiran satu orang saja bisa bikin seseorang merasa hidup lagi. Adegan Yuna yang berusaha kirim makanan juga manis banget. Dia mengikatkan tali pada bola bisbol dan melemparnya ke arah Minho, walaupun jarak antar gedung terlalu jauh. Akhirnya mereka pakai drone untuk mengirim tali ke Yuna, lalu Yuna kirim kotak berisi Indomie, air, dan camilan energi. Detail makanan kayak Indomie ini bikin film terasa dekat dengan keseharian kita, seolah-olah di tengah bencana pun hal-hal kecil kayak semangkuk mie instan bisa jadi penyelamat mental. Kalau dibandingin sama makna lagu "Alive" yang biasanya tentang bangkit atau merasa hidup kembali, film Alive (2020) juga punya vibe yang mirip. Bedanya, di sini dibalut suasana horor zombie. Bukan cuma soal lari dari gerombolan zombie di lorong dan lift, tapi juga lari dari rasa sepi, takut, dan bersalah. Buat kamu yang cari penjelasan Alive menceritakan tentang apa, menurutku ini film tentang harapan kecil yang muncul di tengah situasi paling gelap, dan gimana satu orang lain bisa jadi alasan kuat buat kita tetap bertahan hidup. Kalau kamu suka film zombie alive yang nggak cuma modal jumpscare, tapi juga punya pesan tentang kesepian dan harapan, Alive (2020) ini wajib masuk watchlist. Setelah nonton, mungkin kamu juga bakal lebih menghargai hal-hal sesederhana ngobrol dengan orang lain, karena ternyata, punya teman untuk sama-sama "alive" itu berharga banget.