Ibu dan gadis lumpuh🦽
Run (2020) termasuk thriller psikologis yang intens banget. Waktu pertama kali nonton, aku kira ini cuma cerita ibu overprotektif ke anak lumpuh, tapi ternyata makin lama makin kelihatan kalau ada sesuatu yang sangat nggak beres. Buat yang penasaran Run 2020 tentang apa, inti film ini adalah hubungan ibu dan anak yang kelihatan penuh kasih, tapi sebenarnya dipenuhi kontrol dan kebohongan. Chloe, gadis lumpuh yang duduk di kursi roda, dari kecil selalu bergantung pada ibunya untuk obat-obatan, makanan, bahkan akses ke dunia luar. Semua yang dia tahu tentang dirinya datang dari sang ibu. Sampai suatu hari dia curiga dengan obat baru yang dikasih. Dari sinilah ketegangan dimulai. Dia diam-diam menelusuri apa sebenarnya isi obat itu, sampai nekat kabur ke apotek dan nanya langsung ke petugas. Ternyata obat yang selama ini diminum adalah obat untuk hewan peliharaan, yang kalau dikonsumsi manusia bisa menyebabkan kelumpuhan. Di titik ini, aku yang nonton langsung ikut panik dan ngerasa nggak percaya sama sekali sama si ibu. Yang bikin Run (2020) seru adalah cara film ini bikin kita pelan-pelan sadar kalau gadis ini mungkin bukan lumpuh secara alami. Obat yang diberikan ibunya selama bertahun-tahun justru jadi penyebab kondisi fisiknya. Setiap usaha Chloe buat keluar rumah, cari pertolongan, sampai kabur ke bioskop dan jalan raya, selalu digagalkan ibunya pakai cara-cara ekstrem, bahkan sampai menyuntikkan jarum suntik penenang di tengah jalan. Di bagian ini aku bener-bener kesal sekaligus takut sama karakter sang ibu, karena tampak sayang tapi sekaligus sangat berbahaya. Kalau kamu cari sinopsis film Run atau mau tahu Run (2020) tentang apa sebelum nonton, menurutku film ini cocok banget buat yang suka cerita tegang dengan setting rumah, minim karakter tapi penuh kejutan. Banyak adegan yang bikin deg-degan: Chloe menyambung kabel, mencoba akses komputer, internet yang sengaja diputus, sampai usaha keluar dari ruangan bawah tanah. Semua momen itu bikin kita ikut ngerasain frustasi dan putus asa bareng dia. Secara pribadi, aku suka bagaimana Run (2020) nggak cuma jual jump scare, tapi lebih ke rasa terjebak dan dikendalikan orang yang seharusnya kita percaya, yaitu ibu sendiri. Setelah nonton, aku jadi mikir tentang batas antara sayang dan posesif, dan bagaimana orang bisa bersembunyi di balik label "orang tua yang peduli" padahal tindakannya justru merusak. Buat yang lagi cari film thriller dengan alur cerita yang jelas dan nggak bertele-tele, Run (2020) menurutku wajib masuk daftar tontonan.