kata siapa hidup di desa lebih hemat?
halo temen-temen semua, hayooo siapa disini yang tinggal di kota, sering bilang kalo di desa lebih enak dan murah? 😁
jawabannya nggak juga ya temen-temen, karena di desa meskipun untuk bahan pokok itu lebih murah, dan sering punya kebun sendiri, tapi di desa banyak sekali tradisi dan acara yang tiap per acara nggak cukup 1 juta. 🥲🥲😌😌
meskipun terlihat indah dan asri, tapi percayalah kalian akan pusing kalo berhadapan dengan hajatan, tahlilan, 7 harian orang meninggal, 40 harian orang meninggal,100 harian orang meninggal, 1000 harian orang meninggal, itu semua......... Butuh duit😰😭😭😭.
karena aku anak desa, dan sekarang ikut suami di kota jadi aku bisa rasain perbedaan keduanya..
kalau kamu, lebih tim desa apa kota?
jawab di kolom komentar ya😊😊
Kalau ngomongin hidup di desa, orang sering kebayangnya suasana adem, sayur bisa petik di kebun, bumbu minta tetangga, pokoknya hemat. Tapi yang jarang dibahas itu biaya sosialnya, apalagi kalau ada hajatan besar seperti pernikahan. Di desa, acara di panggung dengan banner pernikahan gede itu sudah kayak kewajiban, bukan lagi pilihan. Biasanya kalau ada hajatan di desa, tuan rumah pasang banner pernikahan di panggung sebagai identitas acara. Isinya nama pengantin, tanggal, kadang ditambah ucapan syukur atau doa. Terdengar sepele, tapi kalau dihitung-hitung, mulai dari desain banner, cetak, sampai dekor panggung bisa makan biaya ratusan ribu bahkan lebih, tergantung ukuran dan modelnya. Di desa, orang kadang merasa "tidak enak" kalau panggung dan bannernya biasa saja, karena takut dibilang kurang meriah atau kurang menghargai tamu. Aku pernah lihat sendiri, tetangga bikin hajatan sederhana, tapi tetap pasang banner pernikahan di panggung yang lumayan besar. Katanya, biar tamu yang datang merasa dihargai dan acara terlihat resmi. Belum lagi kalau pakai jasa dekor yang satu paket: pelaminan, bunga, tirai, lampu, plus banner. Di situ dompet mulai berasa ketarik- tarik. Jadi walaupun di dapur hemat karena sayur bisa nanam sendiri, uang tetap mengalir deras ke bagian sosial dan tampilan acara. Kalau kamu lagi mikirin mau nikah di desa tapi pengin lebih hemat, bisa coba beberapa cara: 1. Pakai banner pernikahan sederhana Nggak harus yang super mewah. Pilih ukuran secukupnya, desain rapi dan jelas. Kamu bisa minta bantuan teman yang jago desain biar hemat biaya jasa. 2. Sewa panggung dan dekor yang basic Daripada full dekor yang serba wah, fokus ke pelaminan yang nyaman dan bersih. Di desa, orang sebenarnya lebih lihat ke kebersamaan dan makanan, bukan cuma seberapa megah panggungnya. 3. Patungan sama keluarga Kadang di desa, saudara atau tetangga mau bantu urunan, baik tenaga maupun biaya, termasuk urusan banner dan panggung. Jangan sungkan buat diskusi baik-baik dari awal. 4. Pertimbangkan tempat tanpa panggung besar Kalau tamu tidak terlalu banyak, bisa pakai halaman rumah atau balai desa tanpa panggung tinggi. Tata kursi dan dekor seperlunya, lalu pasang banner pernikahan di belakang pelaminan saja. Dari pengalaman pindah dari desa ke kota, aku jadi sadar kalau hemat atau boros itu nggak cuma soal harga bahan pokok. Di desa, tekanan sosial buat ikut tradisi, termasuk bikin hajatan meriah dengan panggung dan banner, bisa bikin pengeluaran membengkak. Sementara di kota, biaya makan dan sewa tempat mungkin lebih mahal, tapi acara sosial biasanya lebih fleksibel dan nggak terlalu menuntut. Jadi kalau kamu lagi bandingin hidup di desa atau kota, coba hitung juga biaya seperti hajatan, tahlilan, dan dekor acara, termasuk banner pernikahan di panggung. Tulis aja semua di kertas: biaya dapur, biaya sosial, biaya transport, dan lain-lain. Dari situ baru kerasa, ternyata hemat atau boros itu relatif, tergantung gaya hidup dan lingkungan kita sendiri. Kalau kamu sendiri, waktu bikin acara atau pernikahan di desa, biasanya pakai banner di panggung model apa? Lebih suka yang simple atau yang full dekor? Boleh banget cerita di kolom komentar biar kita bisa saling tukar tips menghemat biaya hajatan.




iya bnr lagi beb. klo di desa / perkampungan tahlilan tuh gede bgt biayanya. padahal kan keluarga lagi berduka tapi biaya jorjoran bgt, malah pusing biaya acara tahlilan😭