Alternatif gayungdari bahan alami

Hai teman-teman lemon semua 🍋💛 balik lagi sama aku.

Kali ini aku mau bahas alternatif gayung dari bahan alami yang dulu sering dipakai sebelum adanya gayung plastik seperti sekarang.

Jadi, ternyata ada beberapa bahan alami yang bisa dijadiin gayung, loh. Mulai dari batok kelapa yang super legendaris, bambu yang ringan dan kuat, sampai tempurung buah besar seperti labu yang bentuknya udah mirip mangkuk alami.

Ada juga yang pakai daun pisang untuk kebutuhan cepat atau gayung kayu yang diukir dari potongan kayu padat.

Sederhana banget, tapi fungsional dan ramah lingkungan.

Oke, makasih sudah baca sampai sini.

See you next time. Bye-bye. 💛

#TentangKehidupan #PerasaanKu #TipsLemon8 #RumahKu Lemon8_ID Lemon8IRT Lemon8 Family ✨

Jakarta Barat
2025/11/19 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai iRT, aku ngerasa sekarang tuh apa-apa serba plastik, termasuk urusan gayung. Padahal dulu di rumah nenek, gayung batok kelapa dan gayung kecil dari bahan alami itu udah cukup banget buat mandi sampai cuci-cuci piring. Makanya aku mulai coba balik lagi ke alternatif gayung kelapa dan teman-temannya. Pertama, soal gayung batok kelapa. Bentuknya kecil, pas digenggam, tapi kuat dan tahan lama. Tips dari aku, pilih batok kelapa yang agak tebal dan sudah tua biar nggak gampang retak. Bagian dalamnya bisa dihaluskan pakai amplas supaya nggak melukai tangan. Terus, buat gagangnya bisa pakai kayu atau potongan bambu kecil, diikat pakai tali yang kuat. Kalau dirawat baik, gayung kelapa ini bisa awet tahunan. Untuk kamu yang ruang kamar mandinya sempit, gayung kecil dari batok kelapa ini malah enak, karena nggak makan tempat. Aku biasanya gantung di dekat shower pakai paku kecil atau gantungan tempel. Selain buat mandi, gayung kelapa juga sering aku pakai buat ambil air wudhu, jadi terasa lebih hangat dan natural aja gitu rasanya. Alternatif lain yang aku coba itu gayung dari potongan bambu. Pilih bambu yang diameter sedang, terus dipotong agak miring biar bentuknya mirip sendok besar. Kelebihannya, bambu itu ringan dan ramah lingkungan. Tapi memang harus dikeringkan benar-benar dulu supaya nggak cepat berjamur. Aku biasa taruh di tempat yang kena angin setelah dipakai, jangan dibiarkan terendam air terus. Kalau lagi butuh cepat, misalnya pas lagi beres-beres di kebun atau cuci tangan di luar, daun pisang juga bisa jadi "gayung darurat". Tinggal bentuk kayak corong kecil, lipat ujungnya sedikit biar air nggak langsung tumpah. Memang sekali pakai, tapi lumayan banget buat kondisi darurat tanpa plastik. Aku juga pernah lihat gayung kayu ukir tradisional di rumah saudara di kampung. Modelnya cantik banget, biasanya dipakai di kamar mandi kayu atau dekat sumur. Walaupun sekarang jarang dipakai sehari-hari, tapi idenya bisa kita tiru: pakai potongan kayu yang kuat, dibentuk mangkuk kecil, lalu dipasang gagang. Ini cocok buat kamu yang suka nuansa rustic di kamar mandi. Dari semua percobaan ini, menurut aku kelebihan utama gayung alami adalah lebih ramah lingkungan dan bawa suasana rumah jadi lebih hangat dan tradisional. Kekurangannya, memang butuh perawatan: harus sering dikeringkan, dibersihkan, dan sesekali diampelas kalau permukaannya mulai kasar. Kalau kamu tertarik mulai pakai gayung kelapa atau gayung kecil dari bahan alami, saran aku mulai saja dari satu dulu di rumah. Rasakan bedanya, siapa tahu lama-lama kamu juga jadi pengen kurangi pemakaian plastik di sudut-sudut rumah lainnya.

2 komentar

Gambar ita arta
ita arta

skr jrg ya bun di dapur ada

Lihat lainnya(1)