... Baca selengkapnyaKalau dulu aku ziarah kubur cuma ikut-ikutan keluarga, sekarang aku lebih berusaha paham adabnya satu per satu. Biar bukan sekadar tradisi menjelang Lebaran, tapi ibadah yang benar dan insyaAllah berpahala.
Pertama soal niat ziarah kubur. Dari yang aku pelajari, niatnya simpel saja: datang untuk mendoakan yang sudah wafat dan mengingat kematian. Dalam hati biasanya aku niatkan, “Aku ziarah kubur untuk mendoakan orang tua/keluarga/sesepuh yang sudah meninggal karena Allah.” Jadi bukan niat mencari "berkah" dari ahli kubur atau minta sesuatu ke mereka.
Saat sampai di area makam, aku biasakan meluruskan langkah dan menjaga adab. Begitu masuk, aku ucapkan salam. Salah satu lafaz yang sering diajarkan adalah:
“Assalamualaikum ya ahlad diyar minal mu’minina wal muslimin, wa inna insyaa Allahu bikum laahiqun, nas’alullaha lanaa wa lakumul ‘afiyah.”
Kurang lebih artinya: semoga keselamatan dilimpahkan kepada penghuni negeri (kubur) dari kaum mukminin dan muslimin, dan kita pun insyaAllah akan menyusul, kita memohonkan keselamatan untuk kita dan kalian.
Untuk doa, biasanya aku baca Al-Fatihah, lalu doa ampunan dan rahmat. Bisa pakai bahasa Indonesia, yang penting isinya mendoakan kebaikan untuk mereka: diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diberi rahmat Allah. Aku juga selingi dzikir pelan, biar hati lebih tenang. Yang perlu diingat, kita tidak "ajak ngobrol" ahli kubur atau minta mereka kabulkan keinginan kita.
Ada juga pertanyaan yang sering muncul soal kuburan dikeramik. Dari yang aku baca dan dengar dari beberapa ustaz, umumnya disarankan kuburan sederhana saja, tidak perlu dimewahkan. Mengkeramik seluruh kuburan dikhawatirkan berlebihan dan bisa jadi sarana berbangga-bangga. Tapi untuk batas pinggir atau penanda seperlunya, biasanya masih diperselisihkan dan lebih baik ikut fatwa ulama yang kamu percaya serta aturan di daerah masing-masing.
Adab lainnya yang aku pegang: tidak duduk atau menginjak kuburan, tidak bercanda berlebihan, apalagi selfie di atas makam. Rasanya kurang pantas karena itu tempat yang seharusnya membuat kita khusyuk dan mengingat kematian. Pakaian juga usahakan sopan, seperti kalau kita mau salat atau ke masjid.
Kalau kamu lagi cari referensi untuk latihan adab berziarah (misalnya tugas agama tahun 6 atau PR sekolah), bisa dirangkum begini: luruskan niat, ucapkan salam saat masuk, baca doa untuk ahli kubur, jaga pakaian dan sikap, jangan meratap berlebihan, dan jangan lakukan hal yang merusak kehormatan makam.
Pengalaman pribadi, setiap habis ziarah aku jadi lebih sadar kalau hidup itu singkat. Bukan cuma sedih, tapi juga terpacu buat lebih rajin ibadah, perbaiki hubungan dengan keluarga, dan mengurangi sifat-sifat buruk. Jadi buatku, ziarah kubur itu bukan cuma mengingat orang yang sudah tiada, tapi juga cara menegur diri sendiri secara lembut.
Sudah mau puasa baru sibuk Ziarah 😂 Tetapi jasad itu butuh doa setiap habis sholat kita Ziarah lebih mengingatkan kita akan juga ke sana akhirnya