Halo, aku Tria. Punya kulit yang cenderung kering tapi juga acne-prone. Medium to tan skintone dengan warm undertone.
Buatku, pilih-pilih skintint itu agak tricky. Cocok-cocokan. Itulah kenapa aku gak banyak cobain produk complexion termasuk skintint. Gak cocok dikulitku, belum tentuk gak cocok di kalian yah. Semua kembali lagi pada kondisi kulit masing-masing.
Dari beberapa produk skintint di atas, apakah ada juga yang pernah coba? Atau mungkin ada skintint favorit kalian nih? 😇
... Baca selengkapnyaSebagai pemilik kulit kering tapi juga acne-prone, aku tuh beneran pilih-pilih banget soal skintint. Maunya ada coverage ringan buat meratakan warna kulit, tapi tetap lembap dan nggak bikin jerawat makin ngamuk. Nah, beberapa waktu terakhir aku lagi sering eksperimen sama skintint lokal, termasuk yang lagi sering dibahas: skintint Make Over dan khususnya Make Over Powerskin Radiant Tinted Moisturizer.
Pertama, dari sisi tekstur. Buat kulit kering, aku pribadi lebih suka tekstur yang cair atau creamy ringan, bukan yang terlalu kental dan cepat set. Skintint yang terlalu kental biasanya jadi susah dibaur, gampang ngegumpal di area kering, dan bikin tekstur kulit makin kelihatan. Di fotoku ada beberapa produk yang aku label "beli lagi" karena teksturnya bener-bener ringan, gampang diblend pakai jari atau sponge, dan nggak ninggalin patchy. Sementara yang aku taruh di kategori "mikir lagi" biasanya karena terlalu thick, susah dibaur, atau cepat banget mengering sebelum sempat diratain.
Make Over Powerskin Radiant Tinted Moisturizer sendiri menurutku tipe yang cocok buat kamu yang cari efek kulit sehat dan radiant. Di kulit keringku, dia kerasa cukup melembapkan asal skin prep-nya oke: hydrating toner + moisturizer yang lumayan rich. Kalau prep-nya kurang, di beberapa area kering masih bisa agak nempel ke dry patches. Jadi kuncinya bener-bener di skincare sebelum makeup. Aku juga ngerasa hasilnya lebih ke dewy-radiant, bukan matte. Buat yang kulit kering, finish seperti ini enak banget karena bikin wajah kelihatan lebih segar.
Soal coverage, jangan berharap seperti foundation full coverage ya. Namanya juga skintint, menurutku lebih ke sheer to light, cukup buat meratakan warna kulit dan bikin wajah kelihatan lebih halus, tapi bekas jerawat yang gelap masih perlu bantuan concealer. Justru ini yang aku suka untuk daily, karena rasanya ringan banget dan nggak bikin kulit terasa pengap. Untuk kulit acne-prone, tekstur ringan seperti ini biasanya lebih aman dan nggak bikin pori terasa ketutup berat.
Yang perlu diperhatiin lagi: oksidasi dan pemilihan shade. Dari beberapa skintint yang aku coba, ada yang masuk kategori "mikir lagi" karena oksidasinya parah—awal dipakai cakep, tapi beberapa jam kemudian jadi kusam dan menggelap. Di kulit medium to tan dengan warm undertone seperti aku, penting banget pilih shade yang sedikit lebih terang atau pas di awal, supaya ketika sedikit menggelap masih masuk ke warna kulit. Kalau kamu pakai Make Over skintint, menurutku wajib banget tes dulu di leher atau pipi dan tunggu beberapa menit buat lihat apakah dia oksidasi atau tidak.
Untuk kamu yang kulitnya kering, tips dari aku:
1. Selalu pakai moisturizer yang cukup rich sebelum skintint.
2. Hindari skintint yang klaimnya terlalu matte atau "oil control" ekstrem, karena biasanya bikin kulit makin kering dan tekstur makin kelihatan.
3. Kalau ketemu skintint dengan hasil semi-matte tapi klaimnya tetap melembapkan, jangan langsung takut—asal prep-nya bagus, seringnya malah kelihatan paling natural dan tahan lama.
Sekarang aku penasaran, ada yang juga pakai Make Over Powerskin Radiant Tinted Moisturizer atau skintint Make Over lain di kulit kering kalian? Pengalamannya mirip nggak sama aku? Siapa tahu nanti bisa aku bandingin lagi, mana yang bakal masuk list "beli lagi" dan mana yang masih jadi "mikir lagi" untuk dipakai sehari-hari.