katakanlah apa yg akan terjadi # utk generasi yg akan datang#
Melihat tumpukan buku yang rusak karena banjir bandang di Aceh Timur, khususnya di Ranto Peureulak, benar-benar menggugah pikiranku tentang pentingnya menjaga warisan pendidikan dan budaya kita untuk generasi yang akan datang. Buku bukan sekedar kumpulan kertas, tetapi sumber ilmu dan identitas kita. Ketika bencana alam seperti banjir bandang terjadi, kerusakan yang terjadi lebih dari sekedar fisik. Hilangnya buku-buku berharga merupakn kehilangan akses terhadap ilmu pengetahuan yang tidak tergantikan serta dapat memperlambat proses belajar masyarakat setempat. Dari pengalaman pribadi, saya pernah melihat perpustakaan lokal yang hancur akibat banjir, dan dampaknya terasa bertahun-tahun setelahnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memikirkan cara-cara preventif dan solutif, seperti digitalisasi buku dan peningkatan kesadaran mitigasi bencana di lingkungan budaya belajar kita. Selain itu, komunitas dan institusi pendidikan perlu berkolaborasi dalam mendokumentasikan dan melindungi koleksi buku agar tetap bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana alam yang semakin tinggi, peranan kita sebagai pelindung warisan intelektual dan budaya sangat vital. Kisah di Ranto Peureulak ini mengingatkan saya bahwa menjaga buku berarti menjaga masa depan anak-anak kita dan generasi mendatang.