Bismillah smga Allah mudahkan 🥹
Melakukan thawaf di sekitar Ka'bah merupakan salah satu ibadah yang sangat dirindukan oleh umat Muslim karena nilainya yang istimewa dan maknanya yang mendalam. Dalam pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa motivasi utama untuk thawaf bukanlah agar dikenali orang lain, melainkan supaya bisa merasakan kedekatan yang tulus dengan Allah SWT. Ketika doa dilepaskan dari kedalaman hati, bukan hanya sekadar rutinitas, terasa ada ikatan spiritual yang kuat yang menghubungkan diri dengan Sang Pencipta. Doa yang berbunyi “Aku ingin menjadi hamba yang Engkau undang, bukan karena mampu, tapi karena Engkau rindu” sangat menyentuh karena menegaskan bahwa ibadah hendaknya dilakukan dengan rendah hati dan penuh kerinduan akan ridha Allah. Pernah suatu kali saya berjalan mengelilingi Ka'bah dalam perjalanan umrah, saya terharu saat menyadari bahwa setiap langkah thawaf tidak hanya mengelilingi bangunan fisik, tetapi juga mengelilingi diri saya sendiri menuju kesadaran spiritual yang lebih tinggi. Doa-doa saya bukan hanya ucapan, tetapi harapan agar bisa selalu berada dalam lindungan dan pandangan Allah, seperti kekasih lama yang dirindukan kehadirannya. Pengalaman ini mengajarkan bahwa thawaf adalah momen untuk memurnikan niat dan memperbaharui semangat ibadah kita. Semoga kita semua termasuk dalam satu dari jutaan orang yang diberi izin oleh Allah untuk berdiri dan beribadah di hadapan Ka'bah yang mulia, bukan sekadar untuk dilihat manusia, tapi karena kerinduan Allah mendengar tasbih dan permohonan kita di rumah-Nya. Bismillah, semoga Allah mudahkan semua langkah dan doa kita.