Review jujur Bedak Marcks
Meski sudah berkembang dan banyak varian bedak marcks yang terbaru. Diumur berapa kalian kenal dengan Bedak Tabur Marcks?
#ReviewJujur #lemon8irt #lemoncantik #bedakmarcks #bedaktabur
Aku pertama kali kenal bedak Marcks tabur itu dari mama, karena dia bilang ini bedak legend yang sudah dipakai dari zaman dulu. Awalnya aku ragu, soalnya sekarang kan banyak banget bedak tabur baru dengan klaim yang macam-macam. Tapi karena harganya terjangkau dan isinya banyak, akhirnya aku coba sendiri. Yang paling bikin aku kaget, daya tahannya lumayan banget untuk ukuran bedak tabur harga segitu. Di kulitku yang kombinasi, bedak Marcks tabur bisa bantu nahan minyak di area T-zone, terutama kalau dipakai tipis dan di-set lagi dengan setting spray. Untuk sehari-hari, aku suka pakai hanya bedak tabur ini tanpa foundation, hasilnya ringan dan nggak bikin kulit terasa ketutup berat. Dari segi tekstur, bedak tabur Marcks ini halus tapi bukan tipe yang super halus kayak high-end powder. Justru menurutku tekstur seperti ini bikin dia lebih "nempel" di kulit dan nggak mudah hilang. Shade-nya memang nggak sebanyak bedak modern, tapi kalau kulitmu masih masuk di range warna mereka, hasilnya bisa kelihatan natural. Aku pribadi paling sering pakai yang nuansa pink karena bikin wajah tampak cerah. Soal wangi khas, ini hal yang paling bikin nostalgia. Ada bau bedak klasik yang mungkin sebagian orang suka, sebagian lagi merasa terlalu strong. Kalau kamu sensitif sama fragrance, sebaiknya dicoba dulu sedikit di kulit untuk lihat reaksi. Di aku untungnya nggak bikin iritasi, malah jadi semacam wangi yang identik dengan "bedak Marcks" banget. Yang sering ditanyain orang adalah: "cocok nggak buat kulit berjerawat?" Pengalaman pribadiku, selama kulit lagi nggak luka terbuka dan jerawatnya nggak meradang parah, bedak Marcks tabur masih aman-aman aja di wajahku. Tapi setiap kulit beda, jadi kalau kamu punya kulit sensitif, lebih baik patch test dulu di sebagian wajah selama beberapa hari. Untuk pemakaian, aku punya trik supaya hasilnya nggak terlalu dempul. Biasanya aku ambil sedikit bedak tabur pakai puff atau kuas besar, tap-tap di punggung tangan dulu baru diaplikasikan ke wajah. Dengan cara ini, bedak nggak numpuk di satu titik dan hasilnya lebih rata. Kalau mau coverage lebih, bisa layer pelan-pelan, tapi jangan langsung banyak. Hal lain yang aku suka adalah kemasannya yang ikonik: wadah bulat warna kuning dengan ilustrasi wajah wanita. Kelihatannya jadul, tapi justru itu yang bikin bedak Marcks punya karakter sendiri. Buat dibawa traveling masih oke selama ditaruh di pouch biar nggak kebuka sendiri. Menurutku, kalau kamu lagi cari bedak tabur yang: - Terjangkau - Isinya banyak dan awet dipakai berbulan-bulan - Punya wangi khas yang bikin nostalgia - Sudah terbukti banyak yang cocok dari generasi ke generasi Maka bedak Marcks tabur ini masih sangat layak dicoba. Jangan kaget kalau nanti kamu jadi ikutan jatuh cinta sama bedak legend satu ini, sama seperti banyak orang yang baru sadar kalau kadang produk klasik pun masih bisa bersaing dengan produk baru zaman sekarang.


pas kelas 1 SMA tahun 94 pake bedak ini kalo mau sekolah 🤩🥰