... Baca selengkapnyaKalau kamu main ke Magelang, salah satu camilan yang wajib banget dicoba adalah keripik puyur. Banyak orang masih suka bingung, puyur itu apa sih dan puyur terbuat dari apa? Jadi, puyur adalah keripik tipis yang terbuat dari ketela atau singkong yang diiris sangat tipis, lalu diberi bumbu dan digoreng sampai kering. Hasilnya, keripik berwarna terang dengan tekstur bergelombang yang super renyah.
Pertama kali aku coba keripik puyur khas Magelang itu waktu diajak teman mampir ke toko oleh-oleh pinggir jalan. Awalnya kupikir ini cuma keripik singkong biasa, tapi ternyata beda banget. Rasa manis, pedas, dan gurihnya berasa seimbang. Ada bintik merah kecil di permukaannya, itu dari cabai yang bikin sensasi pedasnya nagih tapi masih aman buat yang nggak terlalu kuat makan pedas.
Keripik puyur ini menurutku pantas banget disebut salah satu makanan ciri khas Magelang. Hampir di setiap pusat oleh-oleh kamu bisa nemu kerupuk puyur dalam berbagai ukuran kemasan. Ada yang kecil buat ngemil sendiri, ada juga yang besar buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarga. Biasanya aku beli beberapa rasa: manis pedas, pedas gurih, dan ada juga yang cenderung asin gurih buat yang nggak suka manis.
Dari segi tekstur, keripik puyur berbeda dari keripik singkong biasa. Karena irisan singkongnya tipis dan bergelombang, waktu digigit itu berasa ringan tapi kriuknya kencang. Enak banget dimakan langsung, tapi kadang aku juga suka jadikan lauk pendamping makan nasi hangat atau bubur. Ditaburin di atas mie rebus juga enak, jadi kerupuk tambahan yang gurih.
Buat kamu yang penasaran, keripik puyur adalah camilan yang cocok untuk stok di rumah. Simpan di wadah tertutup rapat biar tetap renyah. Kalau kemasannya belum dibuka, biasanya bisa tahan lumayan lama, jadi aman juga kalau mau dijadikan oleh-oleh setelah perjalanan jauh.
Kalau lagi memilih keripik puyur Magelang, aku biasanya lihat warna dan bentuknya dulu. Yang bagus itu warnanya cerah, tidak terlalu cokelat gelap (tanda tidak terlalu gosong), dan teksturnya bergelombang merata. Waktu dipegang pun terasa ringan, bukan berminyak berlebihan. Dari aroma juga ketebak, yang bumbunya mantap biasanya wangi bawang, cabai, dan gurihnya langsung kecium.
Menurutku, puyur singkong ini cocok buat semua usia. Anak-anak biasanya suka yang manis gurih, sementara orang dewasa cenderung pilih yang pedas. Jadi kalau beli, mending campur beberapa varian rasa. Satu hal yang perlu diingat, karena ini keripik, tetap konsumsi dengan bijak, jangan sampai kebablasan satu toples habis dalam sekali duduk (meski itu sering kejadian sama aku).
Jadi, kalau kamu mencari camilan khas atau ingin tahu makanan puyur itu seperti apa, keripik puyur khas Magelang patut kamu masukin ke daftar incaran. Selain enak, harganya biasanya masih terjangkau dan mudah ditemukan di pasar tradisional, toko jajanan, sampai pusat oleh-oleh di Magelang.