Aku balik lagi Nih spesial untuk membahas Kode registrasi produk yang sudah terdaftar di BPOM
kalian pasti sering mondar mandir cek nomor BPOM kan? Hayo ngaku pasti cuma ngecek kode registrasi kosmetik aja 🤭
Selain Kosmetik, semua yang mengandung obat atau sesuatu yang kita masukkan dalam tubuh harus terdaftar di BPOM demi menjamin keamanan produk tersebut
Aku jelaskan sedikit mengenai perbedaan obat Generik dan Paten. jadi obat Generik itu setiap pabrik mempunyai nama yang sama misal Paracetamol ada dari pabrik Kimia Farma ada dari pabrik Dexa sedangkan obat Paten itu hanya dimiliki oleh 1 pabrik. Contoh Sanmol oleh Sanbe, Mefinal oleh Sanbe. jadi tidak boleh pabrik lain mengklaim kalau itu produknya (alias dipatenkan)
Selebihnya aku sudah jelaskan diatas. Barangkali ada pertanyaan atau masih bingung perbedaan nya silahkan tulis di kolom komentar jika konten ini sangat Bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan Like dan save biar makin banyak yang tau
... Baca selengkapnyaDulu aku kalau cek BPOM tuh cuma sekadar lihat ada nomor atau nggak. Setelah belajar lebih dalam, ternyata dari kode registrasi BPOM aja kita sudah bisa kebaca jenis produk, asal, sampai tingkat pengujiannya. Jadi sekarang kalau belanja obat, skincare, jamu, atau makanan kemasan, aku otomatis refleks cari kode BPOM dulu.
Pertama, pahami dulu arti BPOM. BPOM adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan, lembaga resmi yang ngecek keamanan obat, makanan, kosmetik, suplemen, jamu, sampai perbekalan kesehatan rumah tangga. Nomor registrasi BPOM artinya produk itu sudah melalui proses penilaian sebelum boleh beredar.
Nah, di nomor registrasi obat biasanya ada kombinasi huruf dan angka. Huruf pertama biasanya menunjukkan apakah itu obat generik atau obat dengan nama dagang. Huruf kedua mengarah ke golongan obat (misal obat bebas, bebas terbatas, atau keras), sedangkan huruf ketiga bisa menunjukkan apakah produk itu lokal atau impor. Jadi kalau kamu pegang strip obat lalu lihat nomor registrasinya, jangan cuma lewat—coba perhatikan tiga huruf awalnya.
Untuk obat tradisional dan herbal, biasanya kita ketemu kode TR, HT, dan FF. TR adalah obat tradisional biasa (jamu), HT itu herbal terstandar, sedangkan FF adalah fitofarmaka. Bedanya, makin tinggi tingkatnya, makin lengkap juga uji ilmiah dan klinisnya. Misalnya, fitofarmaka (FF) sudah lewat uji klinis yang lebih ketat, makanya sering dibilang "kelas tertinggi" untuk obat herbal. Logo fitofarmaka BPOM atau logo obat herbal terstandar biasanya tercantum di kemasannya sebagai tanda resmi.
Di bagian kosmetik dan perawatan tubuh, kamu bakal sering lihat kode NA, NB, NC, atau ND di depan nomor BPOM. Ini salah satu contoh nomor BPOM kosmetik yang paling sering muncul. Kode ini berkaitan dengan wilayah dan jenis pendaftarannya. Jadi kalau kamu lagi cek skincare atau makeup, pastikan ada nomor registrasi BPOM yang diawali NA atau kode sejenis, bukan sekadar barcode biasa. Barcode itu hanya untuk distribusi, bukan bukti izin edar. Contoh barcode BPOM yang sering bikin orang bingung sebenarnya cuma barcode produk biasa; yang penting justru nomor registrasinya.
Untuk makanan dan minuman, sering muncul kode MD dan ML. MD biasanya untuk makanan produksi dalam negeri yang pabriknya sudah memenuhi standar tertentu, sedangkan ML untuk produk impor. Di tingkat yang lebih kecil seperti usaha rumahan, kamu akan menemukan PIRT sebagai nomor izin produk pangan industri rumah tangga. Ini juga penting dicek kalau kamu sering beli makanan kemasan dari UMKM.
Suplemen kesehatan punya kode sendiri, misalnya SD atau SI. Nomor registrasi produk suplemen ini membantu kita bedain mana suplemen yang sudah dinilai BPOM, mana yang belum jelas asal-usulnya. Jadi kalau kamu sering konsumsi vitamin, kapsul herbal, atau minuman suplemen, pastikan ada nomor BPOM yang jelas di label.
Selain itu ada juga kode untuk perbekalan kesehatan rumah tangga, seperti PKD dan PKL, plus kode untuk obat luar misalnya QD atau QI. Ini biasanya ada di produk seperti cairan pembersih, antiseptik, cairan disinfektan, dan sejenisnya. Contoh nomor registrasi ini kadang kecil dan di bagian samping kemasan, jadi perlu jeli waktu membaca.
Intinya, nomor registrasi BPOM bukan cuma formalitas. Dengan ngerti kode BPOM makanan, obat, kosmetik, hingga jamu dan herbal, kita bisa lebih selektif dan merasa lebih aman. Sekarang tiap lihat nomor BPOM, aku jadi tahu: oh ini obat tradisional TR, ini herbal terstandar HT, ini fitofarmaka FF, ini kosmetik NA, ini makanan MD/ML, dan seterusnya. Cobain deh mulai biasakan diri cek dan baca kodenya, lama-lama bakal kebiasa dan kamu jadi lebih kritis sebagai konsumen.
makasih infonya kak.. 🤩🥰👍