YES OR NO ANAK MINTA JAJAN SAAT UANG PAS-PASAN?🤔
Hai bund, kamu pernah merasakan di posisi ini?
Pas belanja ke warung, duit yang dibawa pas-pasan. Eh...si anak malah ngotot minta beli jajan. Kalau diturutin, uang belanja kurang. Kalau gak diturutin merengek bahkan menangis.
Menurut kalian mending turutin atau nggak bund?
#KeseharianKu #PernahBokek #JujurAja #YayOrNay #Parenting101
Aku juga dulu sering banget baper tiap anak minta jajan, apalagi kalau lagi ke warung cuma bawa uang pas. Di satu sisi pengin bikin anak senang, di sisi lain mikir, “Kalau diturutin, uang belanja bisa kurang nih.” Dari situ aku pelan-pelan belajar cari cara yang lebih bijak, bukan cuma antara yes atau no. Biasanya sebelum berangkat, aku sudah jelasin dulu ke anak, “Hari ini uang bunda cuma buat belanja kebutuhan pokok, belum ada jatah jajan ya.” Memang nggak langsung berhasil, beberapa kali dia tetap merengek. Tapi kalau dijelaskan pelan-pelan dan konsisten, lama-lama anak jadi paham bedanya kebutuhan dan keinginan. Aku juga mulai bikin aturan soal uang jajan. Misalnya, uang jajan hanya ada di hari tertentu atau jumlah tertentu. Jadi pas dia minta jajan di luar jadwal, aku bisa bilang, “Ingat nggak, uang jajan kamu kan hari Jumat, sekarang kita pakai uang buat belanja dulu.” Dengan cara ini, anak belajar kalau minta uang jajan itu ada aturannya, bukan tiap lihat snack langsung minta dibeliin. Satu trik yang lumayan membantu, aku ajak anak ikut pilih barang belanjaan yang penting, seperti beras, telur, minyak. Sambil pilih, aku jelasin, “Ini kebutuhan, kalau nggak dibeli nanti kita nggak bisa makan.” Lalu bandingkan dengan jajan, “Kalau yang ini cuma keinginan, nggak apa-apa kok kalau nggak dibeli sekarang.” Simple, tapi ternyata bikin dia lebih mikir sebelum minta jajan. Kalau aku lagi benar-benar uang pas, aku biasanya tetap tegas bilang tidak, tapi tetap peluk dan validasi perasaannya. Misalnya, “Bunda tahu kamu pengin banget jajan, pasti sedih ya kalau nggak dibeliin. Tapi uang kita hari ini harus dipakai buat hal yang lebih penting dulu.” Kadang dia nangis, tapi aku biarkan dia menyalurkan emosi sambil ditemani, bukan langsung dilabel nakal. Untuk mengurangi dramanya, aku juga sesekali ganti jajan warung dengan snack buatan sendiri di rumah. Jadi bisa bilang, “Kita nggak beli jajan di warung ya, tapi nanti di rumah ada camilan buatan bunda.” Selain lebih hemat, anak tetap merasa diperhatikan. Kalau soal "turutin artinya apa", buatku sekarang bukan sekadar iya atau tidak. Menuruti boleh saja sesekali selama tidak mengganggu kebutuhan utama dan tetap disertai penjelasan. Tapi kalau kondisi lagi benar-benar mepet, aku pilih jaga uang pas itu untuk kebutuhan pokok, sambil jadikan momen ini latihan sabar buat anak. Buat yang suka bikin stiker minta uang jajan di chat atau WA, kadang aku pakai juga ke suami sebagai kode halus, hehe. Tapi ke anak, aku lebih fokus ngajarin dia mengelola keinginan: kapan boleh minta jajan, kapan harus nahan dulu. Menurutku, kebiasaan kecil ini nanti kebawa sampai dia dewasa dalam mengatur uangnya sendiri. Intinya, nggak apa-apa kok kalau kita nggak selalu turutin anak minta jajan, apalagi saat uang pas. Yang penting cara ngomong dan respon kita tetap hangat, jelasin soal prioritas, dan ajak anak pelan-pelan belajar bedain kebutuhan dan keinginan.






kalo aq engga kak.. bilang uang nya ga bawa lagi.