Hampir sebulan emak berpulang. Semakin lama bukannya lupa, tapi makin rindu🥺. Ternyata rindu itu berat banget, terlebih orang yang dirindukan sudah berbeda dunia. Saat seperti itu, cuma doa dan amalan yang bisa jadi pengobat rindu.
Buat kamu, juga yang merasakan rindu dengan ortu yang telah tiada, semoga doa-doa bisa jadi pengobat rindu. Untuk yang ortu yang hadirnya masih bisa dirasakan, manfaatkan waktu dan momen yang ada dengan sebaik-baiknya, karena kita gak pernah tau kapan saatnya untuk berpisah🥺.
... Baca selengkapnyaBuat yang lagi rindu banget sama orang tua yang sudah meninggal, aku paham banget rasanya sampai sesak di dada, cuma bisa nangis dan bengong, kangen tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Di titik itu aku sadar, yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengubah rindu berat ini jadi amalan dan doa yang terus mengalir ke mereka.
Biasanya kalau rindu datang tiba-tiba, aku mulai dengan kirim doa untuk orang yang kita rindu. Doa paling sering aku baca adalah doa untuk kedua orang tua: minta agar mereka diampuni, diterangi kuburnya, dilapangkan tempatnya, dan diberikan ketenangan. Rasanya beda banget setelah baca doa, kayak rindu yang paling berat adalah rindu pada orang yang telah tiada itu pelan-pelan lebih tertata.
Aku juga suka membaca Al-Fatihah khusus untuk ibu dan ayah. Kadang aku tulis nama mereka dulu di catatan HP, lalu niatkan dalam hati: "Ya Allah, ini Al-Fatihah untuk orang tuaku." Sederhana, tapi bikin hati agak lega karena merasa tetap bisa melakukan sesuatu walau mereka sudah tidak di dunia ini.
Kalau rindu makin menjadi, aku coba sedekah atas nama orang tua. Nominalnya tidak harus besar, yang penting niatnya. Misalnya beliin makanan untuk anak yatim, bayar jajan adik, atau sekadar transfer sedikit ke orang yang lagi kesusahan. Dalam hati aku bilang, "Ya Allah, tolong sampaikan pahala sedekah ini untuk orang tuaku." Buatku, ini salah satu cara mengobati rindu yang tidak bisa tersalurkan dalam bentuk pelukan.
Ada juga momen di mana aku hanya duduk, lalu menceritakan kenangan baik tentang orang tua. Entah ke pasangan, ke anak, atau hanya menulis di jurnal. Mengingat hal-hal baik yang pernah mereka lakukan bikin kita merasa dekat lagi, walau sekarang sudah beda dunia. Sesekali aku pakai emoji rindu berat dan emoji rindu orang yang sudah meninggal di chat atau status, bukan buat drama, tapi sebagai cara kecil mengekspresikan rasa kehilangan yang belum selesai.
Tentang waktu terbaik untuk berdoa, aku pribadi merasa setelah shalat fardhu itu momen yang pas. Habis salam, sebelum berdiri, aku sempatkan satu-dua menit baca doa khusus untuk orang tua yang sudah meninggal. Di sepertiga malam, saat suasana sunyi dan hati lagi jujur-jujurnya, doa terasa lebih ngena. Saat sujud di setiap shalat, aku sisipkan permohonan agar rindu ini jadi pengingat untuk memperbaiki diri, bukan cuma jadi luka.
Hari Jumat juga jadi momen spesial. Kadang aku baca surat Yasin atau Al-Kahfi, lalu berdoa lebih panjang untuk ibu dan ayah. Harapannya cuma satu: semoga doa sampai pada orang tua, dan Allah menjaga mereka di alam sana, sebagaimana dulu mereka menjaga kita saat masih kecil.
Kalau kamu sekarang lagi di fase rindu yang berat, ingat bahwa kamu tidak sendiri. Boleh kok nangis, boleh kok merasa hampa. Tapi setelah itu, coba bungkus rindu dengan amalan dan doa. Pelan-pelan, kamu akan merasa rindu yang tadinya sesak di dada berubah jadi tenaga untuk hidup lebih baik, supaya suatu hari nanti bisa "pulang" dengan membawa banyak kebaikan dan kembali bertemu mereka dalam keadaan yang lebih indah.
allahummaghfirlaha wa'afiha wa'fu 'anha 🤲🏽