day 3 nya kelamaan yaaa
nyomot video siapa yaa, aku lupa tag nya. btw ini keseharian aku jg kl mau bobo....
Mengalami ADHD memang sering menimbulkan tantangan tersendiri, terutama saat waktu tidur tiba. Pikiran yang terus menerus berputar tanpa henti membuat saya sering merasa seperti laptop yang ingin dimatikan, tapi malah harus menunggu update 50% dulu—sebuah analogi yang sangat pas menggambarkan kondisi keterlambatan 'shutdown' otak saya. Saya juga pernah merasakan hal yang sama seperti ungkapan dalam video yang saya tonton: pertanyaan-pertanyaan kecil dan rasa cemas yang seolah-olah datang bertubi-tubi, seperti "Apakah tadi aku sudah mengunci pintu depan?", atau menyesali kenapa saya tidak membalas chat seseorang lima tahun lalu, hingga berpikir apakah saya terlalu banyak bercerita (oversharing) hari itu. Semua pikiran ini seakan-akan berperan sebagai gangguan tidur yang membuat saya sulit untuk benar-benar beristirahat. Untuk mengatasi hal ini, saya mulai melakukan rutinitas sebelum tidur yang membantu menenangkan pikiran. Misalnya, membuat daftar kecil tentang hal-hal yang ingin saya ingat atau lakukan keesokan harinya untuk mengurangi kekhawatiran berlebihan. Selain itu, latihan pernapasan dalam-dalam dan meditasi singkat sebelum berbaring membantu memberi sinyal pada otak bahwa waktu istirahat sudah tiba. Saya juga belajar memaafkan diri sendiri atas kekhawatiran yang muncul dan menerima bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari diri saya. Dengan melakukan pendekatan-pendekatan sederhana ini, saya merasakan peningkatan kualitas tidur dan membantu mengurangi rasa lelah pada esok hari. Jika Anda mengalami hal serupa, cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan eksplorasi cara-cara kecil yang dapat membantu pikiran Anda rileks sebelum tidur. Perjalanan mengelola ADHD memang tidak mudah, tetapi dengan kesabaran dan pola hidup yang tepat, kualitas tidur yang baik bisa dicapai.


















































