Book Review (Dairy of a void by Emi Yagi)
Judul buku: Diary of a Void
Penulis: Emi Yagi
Penerbit: Bentang
Tahun terbit: 2020
Tebal/jumlah halaman: 179 Halaman
Awal baca novel ini, udah mulai merasakan kasian ke Shibata (tokoh utama) apalagi di part dia sadar ternyata ada banyak orang yang pulang kerja cepat, sedangkan dia baru mengalaminya untuk pertama kali setelah beberapa tahun bekerja saat dia berpura-pura hamil. Penggambaran "ironis" halus banget karena untuk terlepas dari beban kerja yang banyak dia malah terpikir buat berbohong. Ga heran novel ini dapet penghargaan karena isu ini mungkin kebanyakan relate dengan wanita karir di Jepang.
Untuk Novel ini, Aku kasih rating 4,5/5 ⭐️
Kalo kalian mau beli preeloved bukunya DM saja ya 👍
#preelovedbuku
Saat membaca Diary of a Void, saya pribadi sangat terhubung dengan perjuangan Shibata, tokoh utamanya. Penggambaran tekanan yang ia alami di tempat kerja sangat realistis dan mengena, terutama tentang budaya lembur yang masih kuat di banyak perusahaan di Jepang. Pernah terpikir oleh Shibata untuk berpura-pura hamil demi menghindari beban kerja yang berat menjadi gambaran ironis yang membuat pembaca merasa empati sekaligus miris. Dalam kehidupan nyata, banyak wanita karir yang menghadapi dilema serupa—antara tuntutan profesional dan keinginan menjaga keseimbangan hidup pribadi. Novel ini mampu mengangkat isu tersebut dengan cara yang lembut namun tajam, membuat kita merenung tentang bagaimana norma sosial dan budaya kerja bisa memberikan tekanan psikologis yang besar. Selain unsur cerita, saya juga mengapresiasi bagaimana Emi Yagi menyampaikan karakter dan latar secara detail tanpa membuat cerita jadi bertele-tele. Hal ini membuat novel setebal 179 halaman terasa padat makna dan mudah diikuti. Bagi yang tertarik dengan tema kehidupan wanita karir, tekanan sosial, dan perlakuan di dunia kerja, Diary of a Void wajib menjadi bahan bacaan. Saya juga merasa novel ini membuka perspektif baru, terutama bagi pembaca yang belum familiar dengan kultur kerja di Jepang yang sering kali menuntut kelebihan jam kerja dan loyalitas tinggi. Saya rekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin mendapatkan gambaran nyata dari sisi karyawan wanita dan sekaligus menikmati kisah yang mengaduk emosi dan menggugah pemikiran tentang kehidupan modern.

