... Baca selengkapnyaSebagai bunda, aku juga sempat kebingungan soal berat badan anak. Apalagi setelah lihat tabel berat badan anak usia 1–5 tahun menurut WHO, rasanya langsung bandingin terus: bb anak 1 tahun laki laki udah ideal belum, bb anak 2.5 tahun perempuan normal nggak, tinggi badan anak 2 tahun sesuai nggak sama grafik. Tapi makin ke sini aku belajar kalau angka di tabel itu penting sebagai panduan, tapi bukan satu-satunya patokan.
Biasanya aku cek grafik berat badan anak di KMS atau buku pink dari puskesmas. Di situ kelihatan kurva bb balita normal, apakah anak masuk zona hijau, kuning, atau merah. Kalau misalnya berat badan anak 1 tahun atau berat badan anak 3 tahun sedikit di bawah rata-rata tapi masih di zona hijau, dokter anakku bilang itu masih bisa dibilang berat badan normal anak 3 tahun, selama anaknya aktif, makannya bagus, dan tumbuh tinggi juga pelan-pelan.
Tentang tinggi badan, aku juga pernah khawatir soal tinggi badan anak 2 tahun dan tinggi badan anak 6 tahun. Anak temanku kelihatan lebih tinggi, sementara anakku lebih mungil. Dokter jelasin, yang penting lihat tren di grafik: tinggi dan berat ideal anak dilihat dari pertumbuhan bulan ke bulan, bukan dibandingin langsung sama anak lain. Kalau naiknya konsisten dan nggak ada penurunan drastis, biasanya masih aman.
Pengalaman pribadi, waktu ekonomi keluarga lagi lumayan, bayi sering dibelikan susu sapi dan dibilang gemoy. Pas kondisi ekonomi turun, anak jarang minta susu, lebih banyak makan makanan rumahan, dan otomatis bb anak nggak segemuk dulu. Orang sekitar langsung komentar "kok sekarang kurus?". Padahal kalau aku cek tabel berat badan anak usia 1–5 tahun, bb ideal anak 1 tahun perempuan atau laki-laki itu nggak selalu harus kelihatan chubby. Ada anak yang rangkanya kecil, tapi tetap sehat.
Kalau bunda lagi sedih anak dibilang kurus, mungkin bisa coba beberapa hal:
1. Rutin timbang dan ukur tinggi sesuai usia, misalnya cek bb anak 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun laki laki dan perempuan, lalu cocokkan ke tabel berat badan anak 3 tahun atau grafik WHO.
2. Perhatikan pola makan: cukup karbo, protein hewani/nabati, sayur, buah, dan lemak sehat. Kadang anak kelihatan kurus tapi asupan gizinya oke.
3. Lihat tanda anak sehat: aktif, jarang sakit, tidur cukup, pencernaan bagus.
4. Konsultasi dokter kalau berat badan anak stagnan atau turun beberapa bulan berturut-turut.
Menurutku, punya tabel berat badan usia 1 tahun sampai 5 tahun itu membantu supaya kita nggak panik tiap ada komentar. Jadi saat ada yang bilang "anak kok kurusan?", kita bisa lebih tenang karena sudah tahu posisi berat badan anak di grafik, apakah masih dalam kategori bb balita normal atau perlu perhatian khusus. Yang penting anak bahagia, berkembang, dan kita sebagai orang tua tetap peka kalau ada tanda-tanda yang nggak biasa.
selama gk garis merah cuek aja sih bun,, kan jelas aja itu bb anaknya masih dlm rentang aman.. cukup jaga agar g makin nurun aja..
ngikutin omongan org gk ada abisnya bun
selama gk garis merah cuek aja sih bun,, kan jelas aja itu bb anaknya masih dlm rentang aman.. cukup jaga agar g makin nurun aja.. ngikutin omongan org gk ada abisnya bun