Kali ini aku ingin berbagi inspirasi seputar jemuran lipat yang aku pake
Karna lahan jemuran ku terbatas , gak ada 1 m lebarnya , aku manfaatkan jemuran lipat untuk area jemurku
Aku menggunakan jemuran lipat sebanyak 2 buah , dengan ukuran masing masing 1 m
Kenapa ? Nha ini untuk mengantisipasi aja kalau jemuran lipat ini tidak kuat menanggung beban terlalu berat ,
Jadi tips dari aku nih , kalo kalian butuh jemuran selebar 2-3 m , sebaiknya jangan langsung beli jemuran lipat yang sepanjang itu , tapi lebih baik dibagi 2 atau 3 jemuran , agar si jemuran menanggung beban tidak terlalu berat
Alhamdulillah tips yang aku lakukan ini bikin jemuranku awet walopun jemuran lipatku harganya super terjangkau banget
Untuk bentangan maksimal dari jemuran juga wajib diperhatikan ya lemoners , aku sengaja pilih jemuran yang bentang maksimalnya lebih kecil dibanding lebar area jemurku
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali pindah ke rumah ini, aku lumayan pusing mikirin area jemur karena lahannya bener-bener sempit, kurang dari 1 meter. Akhirnya aku mutusin pakai jemuran tempel dinding biar lantai tetap lega dan masih bisa lewat. Di postingan ini aku mau share lebih detail soal ukuran jemuran lipat, modelnya, dan gimana aku ngetes kekuatan jemuran dinding supaya yakin nggak gampang roboh.
Untuk ukuran jemuran lipat, aku pribadi pilih panjang sekitar 1 m dengan bentangan maksimal 90 cm. Kenapa? Karena area jemurku sekitar 95 cm, jadi masih ada sisa sedikit di kanan kiri biar nggak mentok tembok. Kalau kamu punya lahan yang mirip, misalnya 80–100 cm, menurutku ukuran jemuran lipat 80–90 cm itu paling pas: masih muat banyak baju tapi nggak kelihatan sesak.
Aku juga sempat bandingin beberapa model jemuran tempel dinding. Ada yang 2 baris, 3 baris, sampai yang bisa dilipat berlapis. Di rumah, aku pakai model jemuran lipat stainless steel 3 baris karena kelihatan lebih kokoh dan bisa nyusun baju berdasarkan jenisnya: satu baris buat baju harian, satu buat handuk, satu lagi buat pakaian dalam atau kain kecil. Stainless steel ini menurutku worth it karena nggak gampang berkarat, apalagi area jemurku pakai atap transparan jadi sering kena panas dan lembap.
Soal jemuran dinding kuat atau nggak, aku nggak langsung percaya sama klaim di kotak "menampung hingga 30 kg". Waktu pasang, aku pastikan dulu dudukannya pakai fisher dan baut yang kuat di tembok, bukan cuma di plesteran tipis. Habis itu, aku coba tes pelan-pelan: pertama jemur baju yang ringan dulu, baru berani tambah celana jeans dan handuk tebal. Sampai sekarang, kombinasi 2 jemuran lipat ini cukup banget buat kebutuhan harian 1 keluarga kecil.
Tips lain dari aku, kalau kamu butuh bentangan jemuran 2–3 meter, mending bagi jadi beberapa jemuran tempel dinding pendek daripada satu jemuran panjang. Selain lebih kuat nahan beban, lebih fleksibel juga: kalau lagi nggak banyak cucian, kamu bisa pakai 1 jemuran saja dan yang lain tetap terlipat rapi di dinding. Jadinya area jemur tetap kelihatan rapi dan agak aestethic walaupun lahannya sempit.
Buat kamu yang lagi cari inspirasi model jemuran tempel dinding untuk rumah minimalis, coba pertimbangkan: bahan stainless steel, punya 2–3 baris, bentangan maksimal sedikit lebih kecil dari lebar area jemur, dan pemasangannya benar-benar paten ke dinding. Dari pengalamanku, kombinasi ini bikin jemuran awet, kuat, dan nggak makan banyak tempat.
boleh tau mba belinya jemurannya dmn?