Setres ngurus rumah itu nyata

Hai lemonade 🍋

Stres ngurus rumah itu nyata

Ngurus rumah itu kelihatannya biasa.

Tapi yang ngejalanin tahu rasanya.

Bangun tidur sudah ada yang dipikirin.

Masak, beberes, nyuci, belum selesai satu, datang yang lain.

Kadang capeknya bukan di badan, tapi di kepala.

Karena kerjaannya nggak kelihatan selesai.

Ada hari di mana rumah berantakan dikit, aku memilih berhenti sebentar.

Tarik napas, dan ingetin diri sendiri: aku manusia, bukan mesin 🤍

Pelan-pelan aku belajar, rumah rapi itu penting,

tapi kesehatan mental juga nggak kalah penting 🍋

Kalau kamu kaya gini juga gk? #Hello2026 #lemon8irt #PengalamanKu #AkuPernah #MauTanya

1/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang juga sering merasa terbebani dengan urusan rumah tangga, saya beberapa kali merasakan bagaimana stres itu bisa datang dari hal-hal kecil tapi menumpuk. Seringnya, sebelum pekerjaan rumah selesai, sudah muncul beban pikiran yang membuat energi cepat habis. Contohnya, saat mencuci piring, sambil masak, dan beres-beres yang seolah tiada habis, membuat kepala rasanya penuh banget. Kadang, saya juga merasa seperti mesin yang harus terus bekerja tanpa henti. Dalam satu pengalaman, saya pernah mencoba berhenti sejenak saat rumah mulai terasa berantakan dan stres mulai naik. Saya tarik napas dalam-dalam, memberi waktu untuk diri sendiri bersantai walau sebentar. Hal ini ternyata sangat membantu meredakan tekanan yang saya rasakan. Saya mulai menyadari bahwa menjaga rumah rapi memang penting, tetapi menjaga kesehatan mental tidak kalah pentingnya. Salah satu hal yang membantu saya adalah menetapkan prioritas pekerjaan rumah dan tidak memaksakan diri untuk menyelesaikan semuanya sekaligus. Mengatur jadwal memberi jeda untuk istirahat, serta tidak terlalu keras pada diri sendiri saat rumah agak berantakan juga sangat membantu. Saya juga sering merasa bahwa sebelum saya mengerjakan sesuatu, kadang sudah ada 'emosi' atau perasaan lelah yang muncul duluan, mirip dengan kata di gambar "Belum juga di kerjain Udah ngomel ngomel duluan". Melihat sisi ini, saya belajar untuk berempati pada diri sendiri dan menerima bahwa stres dalam mengurus rumah itu wajar dan manusiawi. Berbagi pengalaman dengan orang lain dan mencari dukungan juga sangat penting. Dengan begitu, kita tahu bahwa tidak sendiri dan bisa saling memberi semangat serta solusi. Jadi, buat yang juga merasakan stres mengurus rumah, jangan lupa bahwa memberi ruang untuk diri sendiri itu kunci agar tetap sehat secara mental dan dapat tetap melakukan tugas rumah dengan lebih nyaman.

7 komentar

Gambar eva20
eva20

betul tu kk.ngomel dlu baru dikerjakan🤩

Lihat lainnya(2)
Gambar Tita Rohmah
Tita Rohmah

bener banget kak, ngurus rumah itu bikin capek fisik dan mental juga ya kak.😅

Lihat lainnya(1)