Takut meninggal 🙏

#TentangKehidupan hallo teman @Lemon8_ID ijinkan aku bercerita tentang proses kelahiran anakku 🙏 tepat di tanggal 3 januari 2025 lalu aku masuk ke igd krna sudah dirujuk dokter untuk segera dilakukan tindakan karna air ketubanku keruh , plasentapun sudah pengapuran. Jadi di tgl 3 sore aku masuk igd untuk dilakukan induksi terlebih dahulu berharap bisa lahiran normal walopun beberapa org bilang induksi itu lebih sakit hehe tapi induksi di aku rasanya hanya 3/10 pembukaan juga memang tidak maju jadilah diambil Keputusan pagi ditanggal 4 januari 2025 untuk dilakukan sc. setelah suami isi data dan ttd persetujuan sc lalu suamiku sempet pulang dlu karna gantian ada orgtuaku yang nemenin. singkatnya jam 10 aku diantarkan ke ruang oprasi tanpa di dampingi suami 🥹 rasa nya campur aduk banget #PerasaanKu seneng mau ketemu anak tp juga takut karna mau oprasi yang lebih sedihnya gak sempet meluk suami dlu untuk minta maaf karna pas aku mau ke ruang oprasi suamiku di jalan baru mau otw ke rs krna dy sempet pulang dlu 😭 diruang oprasi pun aku gak tenang , di anastesi di bagian punggung di suntik bius smpe 2x krna gak masuk, stelah itu badan aku kebas gak kerasa apa2 , oprasi berjalan dan anakku lahir di jam 11.48 pertama kali aku denger tangisannya 😭 alhamdulillah ya allah anakku lahir dengan selamat ❤️ yang aku rasain di dlm ruangan itu dingin , pusing, sesak aku udh gak bisa kontrol nafas daan gong nya!! aku ngerasain perut sakit ky di tusuk terkoyak mungkin bius nya habis atau gmn aku ga paham sampe aku teriak “dok perutnya sakit” 😭 situasi nya udh ga kontrol lagi nafas aku sesak dalam hati cm berdoa dan pasrah apakah ni akhir dari perjalnanku di dunia😭 qodarullah stelah itu mungkin aku di bius total pas aku sadar ternyata aku diruangan steril dan aku lihat ternyata jam 13.15 brarti aku didalam ruang oprasi lebih dr 1 jam🥲. Setelah sadarpun aku masih merasakan pusing mual muntah 😭 Akupun ga bisa dbf karna anakku di observasi diruang bayi karna dy muntah keluar cairan trs dr mulutnya dan suhu badan anaku belum stabil jd aku baru bisa ktmu anakku jam 12 malem langsung aku dbf alhamdulillah asiku lancar . Mau normal ataupun lahir dengan sc semua ada resiko dan bertaruh nyawa 🥹 sehat2 para ibu hebat di dunia ini . Dan untuk pejuang garis dua bismillah aku doakan besok giliranmu untuk allah kabulkan hamil aamiin terima kasih sudah berkenan membaca cerita ini sampai habis ya ❤️#melahirkan #irt #ViralTerbaru @Lemon8IRT

2025/11/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMelahirkan adalah pengalaman hidup yang penuh dengan perasaan campur aduk, terutama ketika dihadapkan pada situasi yang tak terduga seperti harus menjalani operasi caesar. Kondisi seperti air ketuban keruh dan plasenta pengapuran memang menjadi tanda bahwa tindakan cepat perlu diambil demi keselamatan ibu dan bayi. Dalam pengalaman ini, proses induksi yang awalnya diharapkan bisa melahirkan normal ternyata tidak menghasilkan pembukaan yang cukup sehingga harus diambil keputusan melakukan operasi caesar. Rasa takut dan kecemasan saat menjalani operasi tidak bisa dihindari, apalagi jika harus melalui anastesi yang rumit seperti suntik bius di punggung yang sampai gagal beberapa kali. Perasaan tidak tenang, pusing, dan sesak menjadi hal yang dialami sebagian ibu saat operasi berlangsung. Namun saat bayi lahir dan menangis pertama kali, perasaan bahagia dan syukur sangat besar karena anak lahir dalam keadaan selamat. Pengalaman juga menunjukkan bahwa setelah operasi, kondisi ibu masih membutuhkan perhatian ekstra, karena bisa mengalami pusing, mual, dan muntah. Bayi yang harus observasi karena muntah dan suhu badan yang belum stabil menambah beban psikologis ibu. Namun, perjuangan untuk memberikan ASI dengan menyusui langsung di malam hari adalah bagian dari ikatan emosional yang kuat. Memberikan ASI eksklusif penting untuk menjaga kesehatan dan kekebalan bayi. Melahirkan, baik normal maupun dengan operasi caesar, memiliki risikonya masing-masing. Semua ibu yang melalui proses ini adalah pahlawan yang hebat karena telah berjuang untuk kehidupan anaknya. Pengalaman nyata ini juga memberikan pesan agar para pejuang garis dua—yang sedang berusaha hamil kembali—tetap semangat dan berdoa agar segera diberi kesempatan untuk mengandung dan menjalani proses persalinan dengan penuh keberkahan. Menggunakan tagar seperti #TentangKehidupan, #PerasaanKu, dan #melahirkan, cerita ini sangat relatable dan memberikan edukasi serta dukungan moral bagi perempuan lain yang mengalami kesulitan atau ketakutan dalam proses melahirkan. Dengan berbagi pengalaman secara jujur dan terbuka, harapannya komunitas ibu dan calon ibu mendapatkan semangat baru dan saling menguatkan dalam menjalani perjalanan mulia menjadi seorang ibu.

Cari ·
foto di rumah sakit

3 komentar

Gambar Riri
Riri

Selamat ya kakkk meski udah kemarin🥰🥺. Menurut saya apapun metode melahirkannya, sudah memutuskan memiliki anak dan merawatnya sampai kapanpun adalah hal terkeren. ✨

Lihat lainnya(2)