Di antara galau dan tafakur
Lagi yg terinspirasi dari hidup yang kacau
Waktu hidup lagi kacau, aku ngerasa cuma bisa bilang: "Ya Tuhan, di antara galau dan tafakur, bisakah Kau dengar rintihan hatiku?" Dari situ pelan-pelan lahir lirik yang sekarang sering disebut orang sebagai lirik tafakur atau lirik lagu tafakur versi curhat ala aku sendiri. Buat aku, tafakur itu semacam momen berhenti sejenak di tengah hati yang terombang-ambing. Bukan cuma diam, tapi bener-bener ngobrol sama diri sendiri dan sama Tuhan. Saat galau, penuh tanya yang nggak sanggup kupecahkan, aku tulis kata-kata kayak: "Bisakah kau dengar rintihan hatiku galau Penuh tanya dan tak sanggup kupecahkan Di antara galau dan tafakur Tolong bisikkan apa yang Kau kehendaki Agar jiwaku tenang, tak terombang-ambing begini" Aku bukan pencipta lagu terkenal, cuma orang biasa yang lagi nyari jalan pulang ke ketenangan. Tapi justru dari kekacauan itu, keluar rangkaian kata yang terasa kayak lirik. Kadang aku baca pelan-pelan sebelum tidur, kadang sambil dengerin musik instrumen biar makin menyentuh. Kalau kamu lagi nyari "lirik tafakur" atau "tafakur lirik" karena lagi butuh sesuatu yang relate sama perasaanmu, mungkin kamu bisa jadikan kata-kata ini sebagai doa atau pengingat. Nggak harus sama persis, kamu juga bisa tulis versi kamu sendiri. Tulis semua kegundahanmu, semua pertanyaan yang nggak berani kamu ucapkan ke orang lain, lalu serahkan lewat kata-kata ke Tuhan. Pengalaman pribadi, saat aku bener-bener jujur dalam doa dan tafakur, hati yang awalnya sesak pelan-pelan lebih lega. Masalahnya mungkin nggak langsung hilang, tapi rasanya nggak sendirian lagi. Ada rasa dipercaya dan dijaga. Buat kamu yang hidupnya lagi berantakan, nggak apa-apa kalau cuma bisa bilang "Ya Tuhan, tolong bisikkan apa yang Kau kehendaki". Kadang itu aja sudah cukup jadi awal ketenangan. Kalau kamu mau, kamu bisa jadikan rangkaian kata di atas sebagai lirik lagu tafakur versimu sendiri: nyanyikan pelan, rekam di HP, dengarkan lagi waktu galau kumat. Siapa tahu, seperti aku, kamu juga bakal nemu ketenangan baru di antara galau dan tafakur.
























