NASIB ASN YANG IKUT KOMCAD!

6/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi ASN ternyata sangat penting dalam pengembangan karir dan kompetensi individu. Dari pengalaman beberapa ASN yang telah mengikuti pelatihan Latsarmil Komcad, mereka merasa peningkatan pengetahuan dan kemampuan militer dasar membawa nilai tambah pada kualitas kerjanya, terutama dalam situasi darurat atau kebutuhan pertahanan negara. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan bagian dari program pengembangan kompetensi minimal sebanyak 20 jam pelajaran bagi ASN. Dengan demikian, pelatihan ini memenuhi salah satu kewajiban pengembangan profesional yang selama ini diamanatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor publik. Banyak yang awalnya ragu bahwa Komcad akan menjadi bentuk militerisasi, namun sebenarnya pelatihan ini lebih kepada pembekalan bela negara yang ada dalam konstitusi. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI) bahkan menegaskan bahwa Komcad bagi ASN merupakan komponen cadangan yang membantu tugas pertahanan negara jika diperlukan, bukan pengganti tugas TNI. Kehadiran Komcad yang akan dibangun di setiap kabupaten/kota dengan batalyon khusus juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat cadangan nasional. Ini juga membuka peluang bagi ASN untuk memiliki pengalaman berbeda yang tak hanya meningkatkan kapasitas profesional, tetapi juga rasa cinta tanah air dan keterbukaan terhadap dinamika global. Bagi ASN maupun PPPK yang ingin meningkatkan karir dan kompetensi, mengikuti pelatihan Komcad bisa menjadi pilihan strategis. Pelatihan ini memberikan pembekalan dasar militer yang menambah kompetensi non-teknis namun sangat berguna, terutama di masa-masa ketidakpastian. Dengan begitu, ASN juga berkontribusi pada ketahanan nasional sambil memenuhi kewajiban pengembangan diri mereka. Jadi, jika kamu ASN dan tertarik mengembangkan diri secara menyeluruh, Komcad bukan hanya pelatihan biasa, tapi peluang untuk berdedikasi lebih luas, baik untuk diri sendiri maupun bangsa.