I’ve Never Read Anything This Absurd in My Life
Edaaan, gilaaaa, gak masuk logika 🤯🤯
Beda sama Convenience Store Woman yang lebih satir ringan, Earthlings jauh lebih ekstrem, penuh trauma masa kecil, kekerasan, bahkan horor psikologis. Disturbing, tapi gak bisa berenti baca, pengen tau endingnya gimana 😖😖
#earthlings #sayakamurata #japanliterature #BookReview #bookrecommendation
Buat yang lagi cari bacaan absurd dan gelap kayak "buku mimpi pemabuk" atau cerita yang berasa kayak mimpi buruk yang bikin mabuk pikiran, Makhluk Bumi (Earthlings) ini menurutku masuk di kategori itu banget. Rasanya antara halu, mimpi aneh, sama kenyataan pahit yang nggak enak dihadapi. Waktu baca, aku beberapa kali mikir, "Ini apa sih? Kok bisa segelap ini?" tapi tangan nggak mau berhenti scroll. Versi terjemahannya yang aku baca judulnya "Makhluk Bumi (Earthlings)". Sampulnya sekilas kelihatan imut, tapi daftar kata kuncinya udah warning duluan: absurd, unsettling, dark, plus trigger warning kekerasan dan trauma. Jadi kalau kamu biasanya suka baca hal-hal surealis atau suka tafsir mimpi dan simbol-simbol ganjil dalam cerita, novel ini bisa jadi alternatif selain buku-buku mimpi klasik yang lebih ke arah primbon. Cerita utamanya tentang Natsuki yang dari kecil merasa bukan bagian dari bumi. Dia punya imajinasi super liar, sampai menganggap dirinya makhluk dari planet lain. Awalnya kelihatan lucu dan polos, tapi makin besar, imajinasinya jadi cara dia bertahan dari penolakan keluarga, kekerasan, dan luka yang nggak pernah disembuhkan. Di titik-titik tertentu, aku berasa lagi baca catatan mimpi orang yang lagi kacau, kayak buku mimpi pemabuk yang isinya campur aduk antara hal nggak masuk akal dan kenyataan pahit. Yang bikin pengalaman baca ini unik, buatku, adalah rasa nggak nyamannya. Bukan tipe buku yang bikin tenang sebelum tidur. Malah beberapa bab berasa kayak horor psikologis yang pelan-pelan mengupas isi kepala tokohnya. Kalau kamu suka cari makna di balik simbol—misalnya kenapa tokohnya merasa alien, kenapa keluarga digambarkan seperti "pabrik" yang memproduksi manusia—ini banyak banget bahan renungannya. Aku baca versi digitalnya di aplikasi perpustakaan daerah (di tangkapan layar kelihatan logo iPusSulteng), dan selesai dalam kurang lebih 5 jam 55 menit. Lumayan singkat, tapi intens. Aku pribadi ngasih rating sekitar 3,5/5, bukan karena jelek, tapi karena temanya berat dan gelap banget, sampai aku sendiri butuh waktu buat mencerna. Ini lebih ke jenis buku yang bikin kamu mikir, "Aku suka nggak ya?" tapi di saat yang sama kamu nggak menyesal sudah baca. Kalau kamu penasaran sama buku-buku yang nuansanya kayak mimpi mabuk, absurd, dan penuh simbol—bukan sekadar horor jumpscare—Makhluk Bumi (Earthlings) bisa kamu masukin ke daftar baca. Yang penting, cek dulu trigger warning-nya dan pastikan kamu lagi dalam kondisi mental yang cukup kuat, karena beberapa adegan kekerasan dan trauma masa kecilnya cukup mengganggu. Bukan bacaan ringan, tapi cukup berkesan dan sulit dilupakan.


