Bunga harapan yang merekah lagi
1,5 tahun...
Bukan waktu yang mudah merevisi kembali kesalahan.
Tapi alhamdulilah Kael mampu bekerja sama dengan baik.
Pertama menginjakkan kaki di SMAN 1 Patokbeusi, Bu Maya membuka lebar kedua tangannya. Dengan sabarnya, ia merengkuh Kael, menyemangati, memeluk ketika anak itu tertatih lagi. Fokus Bu Maya saat itu, mengobati luka bathin Kael. Berusaha mengajaknya bersosialisasi, percaya pada teman, dan pelan pelan mengobati juga GERD ANIEXITY yang ia bawa dari Aceh.
Tahun berikutnya, Gerdnya tak lagi kambuh. Tapi wali kelas harus berganti. Tongkat estafet pindah ke tangan Bu Sri. Disini Kael digembleng. Awalnya, sempat ada konflik antara cara mendidik Mama dengan Bu Sri. Tapi konflik itu justru membuat Kael merasa bertanggungjawab merukunkan kembali Mama dan Bu Sri. Disinilah kami bersandiwara. Absen yang hancur, kembali teratur. Tak ada lagi gerd itu. Kalah oleh janji Kael pada Bu Sri "Tidak ada lagi absen semester ini ya, Kael!". Tegas. Tapi berwibawa. Di bawah naungannya prestasi Kael meningkat. Nilai raport yg ia bawa dari IMM dengan rata² nilai 70 sekian, berubah naik ke angka 90 sekian. Hampir disemua mata pelajaran. Kael mulai bersemangat. Terlebih ketika nilai TKAnya terbesar ketiga seangkatan. Seangkatan, bukan lagi adu kompetensi sekelas. Dari 3 mapel wajib TKA, 2 mapel meraih nilai Istimewa. Ajaib. Ya. Luar biasa kamu, Nak.
Dan beberapa bulan lalu, Bu Sri memanggil Mama. Sekedar menyarankan, kalau bisa, keinginan Kael untuk bekerja ke luar negeri, tolong diobservasi kembali. "Bu, Kael bisa kuliah. Kael mampu".
Jawaban Kael yg selalu sama ketika disuruh kuliah : "Capek belajar", tiba-tiba terpecut dengan tlp dari Papa Iinya. "Kael harus kuliah! Biar Papa bantu".
Bunga harapan yg kuncup itu, merekah lagi. Dan puncaknya, lulus SNBT di kampus yg Kael inginkan. Jauh. Tapi biarlah. Pergilah, Nak. Raih cita-citamu.
Dari kami, ibumu. Mama. Bu Maya. Bu Sri. Dan skrg, tongkat estafet kami serahkan padamu, Papa Ii.
Note: Ingatlah selalu, Nak. Orang yg sukses, adalah orang yg selalu hormat pada orangtua dan guru. #MyJourney #LulusSNBT #calonmaba
Mengalami masa sulit selama 1,5 tahun bukan hal gampang, terutama bila harus menghadapi masalah emosional dan kesehatan seperti GERD anxiety yang Kael alami. Dari pengalaman saya, dukungan guru seperti Bu Maya dan Bu Sri sangatlah krusial dalam membantu siswa yang menghadapi tantangan serupa. Bu Maya yang dengan sabar membuka hati membantu Kael untuk beradaptasi dan berani bersosialisasi, sekaligus berperan penting dalam penyembuhan luka batin yang dialaminya. Pergantian wali kelas dari Bu Maya ke Bu Sri membawa dinamika baru yang memerlukan komunikasi dan pengertian antar keluarga dan guru. Meskipun sempat terjadi konflik kecil, hal ini justru menjadi kesempatan bagi Kael belajar tanggung jawab dan memperbaiki hubungan di sekitarnya. Sebagai pelajar yang sebelumnya kesulitan, perubahan cara didik yang lebih tegas tapi tetap berwibawa dari Bu Sri berhasil meningkatkan kedisiplinan dan prestasi Kael secara signifikan, terutama di nilai raport dan TKA. Pesan penting dari perjalanan Kael adalah bagaimana peran guru dan orang tua yang saling mendukung dapat memunculkan perubahan positif pada anak didik, apalagi ketika mereka dilanda keinginan untuk menyerah atau kurang semangat belajar. Kontak dan dorongan dari keluarga, seperti telpon dari Papa Ii yang memotivasi Kael untuk tetap kuliah, adalah bentuk nyata kasih sayang dan harapan yang memberi energi baru. Kisah Kael yang berhasil lulus SNBT dan diterima di kampus impiannya di luar kota membuktikan bahwa dengan ketekunan, dukungan lingkungan, dan keyakinan, kesulitan masa lalu bisa diatasi dan menjadi motivasi untuk meraih cita-cita tinggi. Ini juga mengingatkan kita bahwa menghormati orangtua dan guru adalah modal sosial yang penting dalam perjalanan sukses seseorang. Bagi yang sedang menghadapi perjalanan serupa, jangan menyerah dan terus cari dukungan dari orang-orang sekitar. Seperti Kael, setiap tantangan bisa menjadi batu loncatan menuju masa depan yang cerah. Jangan lupa, prosesnya memang tidak mudah, tapi hasilnya akan sangat berarti jika kita mau berjuang dan terbuka menerima bantuan.






























































