Seimbangkan cinta dan batas yaa mom 🫶❤️
Kadang kakek dan nenek anak2 kita memanjakan cucunya, seperti semua yg kita larang dirumah, ketika berada dirumah kakek nenek seakan mereka mendapatkan privilege. Yuk sebagai orangtua kita seinbangkan cinta kita dan batas kita ❤️
Semoga bermanfaat mom 🙏🏼
Aku pribadi sering banget ngalamin situasi di mana kakek dan nenek memanjakan cucu sampai semua aturan di rumah serasa hilang seketika. Awalnya aku kesal, tapi lama-lama aku belajar melihat dari sisi lain: di balik semua itu, ada rasa cinta yang besar. Dari pengalaman ini, aku mulai menyusun kata-kata lembut, semacam kata mutiara untuk kakek dan nenek, yang bukan cuma indah didengar tapi juga bisa menyampaikan batasan tanpa menyakiti hati. Misalnya, ketika anak pulang dari rumah nenek jadi susah diatur, aku nggak langsung menyalahkan orang tua sendiri. Aku coba bilang pelan, "Bu, Pak, terima kasih sudah sayang banget sama cucu. Biar sayangnya lengkap, boleh ya beberapa kebiasaan tetap dijaga, biar dia nggak kaget pas balik ke rumah." Kalimat seperti itu terdengar seperti kata mutiara untuk kakek dan nenek: penuh hormat, tapi tetap menyampaikan pesan. Aku juga suka menulis kalimat-kalimat pendek yang bisa dibaca ulang saat hati lagi nggak enak, misalnya: - "Cinta kakek-nenek itu istimewa, tugas orangtua adalah menjaganya agar tetap menumbuhkan bukan memanjakan berlebihan." - "Tujuan kita bukan melarang kakek-nenek memanjakan cucu, tapi menjaga batas supaya anak tidak liar setelah liburan." - "Kakek dan nenek adalah rumah kedua bagi cucu, orangtua adalah kompas yang mengarahkan agar anak tetap nyaman dan terjaga." Saat liburan di rumah kakek nenek, aku biasanya ngobrol dulu sebelum anak datang. Aku jelaskan kebiasaan anak: jam tidur, aturan gadget, sampai hal-hal kecil seperti makanan manis. Di sini komunikasi bener-bener penting. Kakek dan nenek biasanya lembut hatinya, jadi kalau kita sampaikan dengan cara yang sopan dan penuh rasa terima kasih, mereka justru merasa dilibatkan, bukan dikritik. Untuk anak yang sudah berhijab, aku juga pernah menghadapi situasi di mana di rumah nenek suasananya lebih santai. Aku pelan-pelan bilang ke ibu, "Bu, dia sekarang sudah nyaman berhijab. Boleh ya kalau di rumah juga kita bantu jaga kenyamanannya." Kadang aku tambahkan kata mutiara singkat, "Hijabnya adalah pilihannya, tugas kita hanya menjaga agar ia merasa dihargai." Kalimat seperti ini membuat nenek merasa dipercaya untuk ikut menjaga. Yang aku pelajari, kata mutiara untuk kakek dan nenek paling ampuh adalah yang mengandung tiga hal: penghormatan, rasa percaya, dan komunikasi. Kita tetap bisa mengakui kalau mereka sangat berjasa dan penuh kasih, sambil menyisipkan batas-batas yang kita butuhkan sebagai orangtua. Jadi buat mom yang lagi dilema, boleh banget bikin versi kata mutiara sendiri untuk kakek dan nenek. Tulis dari hati, sesuaikan dengan karakter orangtua, lalu sampaikan di momen yang tenang. Pelan-pelan, pola ini bisa jadi kebiasaan baik di keluarga besar: cucu tetap dimanja, tapi aturan dasar tetap terjaga tanpa harus ada pertengkaran.






