Doa untuk memiliki jodoh dan anak
Surat Al-Anbiya ayat 89 adalah doa yang berasal dari Nabi Zakaria AS
"Rabbi laa tadzarnii fardaw wa anta Khairul waaritsiin,"
yang artinya "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan).
Surat Maryam ayat 4 ( QS. Maryam: 4)
"qâla rabbi innî wahanal-'adhmu minnî wasyta'alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu'ā'ika rabbi syaqiyyā". Terjemahannya adalah: "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku”.
Ayat ini merupakan bagian dari doa Nabi Zakaria yang meminta agar dikaruniai anak, meski dalam usia senja dan kondisi fisik yang sudah lemah.
semoga bermanfaat ya lemoners 🍋
Kalau kita perhatikan kisah Nabi Zakaria AS, yang beliau minta itu bukan cuma anak, tapi juga keturunan yang shalih dan bisa melanjutkan dakwah. Jadi saat kita membaca doa ini untuk jodoh atau untuk anak agar cepat dapat jodoh dan menikah, niatnya juga bisa diperluas: bukan sekadar "yang penting nikah", tapi minta jodoh dan keturunan yang mendekatkan kita kepada Allah. Buat orang tua yang sedang galau karena anak perempuan atau laki-lakinya belum juga dipertemukan jodoh, doa Nabi Zakaria bisa jadi amalan harian. Misalnya setelah shalat, bisa dibaca: "Rabbi lā tazarni fardan wa anta khairul wārithīn" (QS. Al-Anbiya: 89). Lalu sambil berdoa, sebut nama anak kita satu per satu. Contoh: "Ya Allah, jangan biarkan anakku hidup sendirian tanpa jodoh. Karuniakanlah kepadanya pasangan yang shalih/shalihah, yang mencintainya karena-Mu, yang menjaga agamanya, dan yang bisa membangun keluarga sakinah bersamanya." Rasanya lebih dekat dan personal saat menyebut nama anak dalam doa. Kalimat dalam QS. Maryam:4 juga dalam banget maknanya. Nabi Zakaria mengakui, "Ya Rabb, tulangku sudah lemah, rambutku memutih, tapi aku tidak pernah kecewa dengan doa kepada-Mu." Ini mengajarkan kita untuk yakin Allah akan memberikan keturunan dan jodoh, walau mungkin usia sudah tidak muda atau sudah bertahun-tahun menunggu. Di OCR tadi juga disebut, Nabi Zakaria berdoa puluhan tahun, bukan cuma setahun dua tahun. Jadi kalau doa jodoh untuk anak perempuan atau laki-laki belum dikabulkan sekarang, bukan berarti Allah tidak sayang, tapi mungkin sedang menyiapkan waktu dan sosok yang lebih baik. Secara praktik, beberapa hal yang bisa kita lakukan sambil mengamalkan doa Nabi Zakaria untuk jodoh: 1. **Rutin membaca doa** Al-Anbiya:89 dan Maryam:4 setelah shalat fardhu, dan tambah doa dalam bahasa sendiri. 2. **Perbaiki ikhtiar lahir**: bantu anak membuka circle pertemanan yang baik, ikut kajian, silaturahmi, atau taaruf yang syar'i. Doa tetap diiringi usaha. 3. **Perbanyak istighfar dan sedekah**. Banyak ulama yang menyarankan istighfar dan sedekah sebagai wasilah dimudahkan rezeki dan jodoh. 4. **Jaga husnuzan kepada Allah**. Saat lihat teman atau saudara sudah menikah, jangan iri. Jadikan itu penguat bahwa Allah juga mampu mendatangkan jodoh yang terbaik untuk kita dan anak-anak kita. Buat yang belum punya anak sekaligus belum punya jodoh, doa ini bisa dibaca dengan dua niat: memohon jodoh dulu, lalu keturunan setelahnya. Tidak ada doa yang sia-sia. Allah sudah menegaskan dalam Al-Anbiya ayat 90 bahwa doa Nabi Zakaria dikabulkan. Jadi tugas kita sekarang adalah meniru sabarnya, menjaga doa agar tidak berhenti di tengah jalan, dan yakin bahwa jawaban Allah selalu tepat waktu.