Semoga bermanfaat ya Lemoners 🍋🥰
Jujur, dulu aku juga sempat bingung banget soal qodho sholat. Apalagi kalau mengingat ada masa di hidupku yang sholatnya bolong-bolong, bahkan sampai tahunan. Pertanyaan yang paling sering muncul di kepala: “Masih wajib nggak ya diganti?” dan “Harus mulai dari mana, sementara jumlahnya aja nggak keitung?” Kalau kamu lagi di fase yang sama, pertama-tama tenang dulu. Dalam madzhab Syafi’i, sholat wajib yang pernah ditinggalkan, baik sengaja maupun karena malas, tetap wajib diqodho. Bahkan kalau kamu sudah taubat sekalipun, qodho itu jadi bentuk tanggung jawab kita di hadapan Allah. Sholat itu amalan pertama yang dihisab, jadi qodho ini bukan sekadar ‘mengganti utang’, tapi cara kita menata ulang hubungan dengan Allah. Bagaimana kalau lupa jumlah sholat yang ditinggalkan? Ulama menjelaskan, kalau sudah benar-benar nggak bisa diingat, ambil angka yang paling aman (ihtiyath). Misalnya, kamu merasa antara 2 atau 3 tahun pernah meninggalkan sholat, maka ambil yang lebih banyak. Nggak harus dihitung sampai detail per harinya, tapi dibuat perkiraan yang wajar dan jujur di hadapan Allah. Untuk niat mengqodho sholat, cukup di hati saja, misalnya: “Aku niat mengqodho sholat Zuhur fardhu karena Allah Ta’ala.” Lafal boleh pakai bahasa Indonesia, yang penting kamu sadar bahwa sholat yang sedang dikerjakan itu qodho, bukan sholat tepat waktu. Biasanya orang melafalkan dalam bahasa Arab seperti “Ushalli fardha zhuhur qodho’an lillahi ta’ala”, tapi inti niat tetap di hati. Biar nggak kewalahan, cara mengqodho sholat bisa dicicil. Misalnya, setiap habis sholat wajib, kamu tambah 1–2 sholat qodho. Contoh: setelah Zuhur, langsung kerjakan 1 qodho Zuhur; malam hari tambah lagi 1–2 qodho Isya atau Subuh. Cara ini lebih realistis buat kamu yang punya aktivitas kerja atau kuliah. Ada juga yang memilih mengqodho sholat di waktu-waktu luang, seperti setelah sholat Isya atau di akhir pekan. Yang penting, ada rencana yang konsisten. Daripada menunggu “sempat”, lebih baik dibuat jadwal kecil tapi rutin. Lama-lama, jumlah qodho yang kamu kerjakan akan banyak juga. Hal yang nggak kalah penting: sertai qodho dengan taubat yang sungguh-sungguh. Menyesal karena pernah meninggalkan sholat, banyak istighfar, dan bertekad kuat untuk nggak mengulanginya lagi. Kalau pun suatu saat kamu futur, jangan putus asa. Ingat bahwa setiap rakaat qodho yang kamu lakukan adalah bukti kamu masih ingin kembali kepada Allah. Aku pribadi merasa lebih tenang setelah mulai mengqodho sholat, meski sadar mungkin belum semua “utang” terbayar. Tapi ada rasa lega karena setiap hari ada usaha kecil untuk memperbaiki masa lalu. Jadi kalau kamu juga punya masa lalu yang penuh sholat tertinggal, jangan cuma disesali — pelan-pelan, mulai qodho dari sekarang.











