seorang ibu rumah tangga tunanetra yang mencoba untuk menjadi seorang ibu serta istri yang baik untuk keluarganya
mempelajari segala hal yang bisa dipelajarinya, memasak, mengurus rumah dan mengurus keluarga.
tak jarang banyak yang meragukan bahwa seorang tunanetra yang bisa berkegiatan seperti orang pada umumnya itu benar-benar tidak melihat.
padahal dengan belajar apapun bisa kita lakukan kecuali berkendara, memfoto objek dengan baik, memvideo dengan rapi tanpa ada guncangan.
selalu bersyukur dengan apapun yang kita jalani dan kita miliki, karena tak semua orang bisa sekuat kita Dan seberuntung Kita.
#video viral hari ini
#fyp Tik tok
#disabilitas tak terbatas.
Sebagai seorang ibu rumah tangga tunanetra, saya sangat terinspirasi oleh banyak pengalaman yang dibagikan tentang bagaimana seseorang dengan keterbatasan penglihatan tetap bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, terutama memasak dan mengurus keluarga. Dari pengalaman saya sendiri, kekuatan utama bukan hanya pada penglihatan, tapi juga panca indera lainnya seperti pendengaran, penciuman, dan perasaan sentuhan. Misalnya dalam memasak, banyak orang mengira bahwa tanpa penglihatan, kita tidak bisa tahu apakah masakan sudah matang atau belum. Namun, dengan mengandalkan aroma dan tekstur masakan, saya dapat mengetahui kapan bahan seperti tahu sudah cukup matang atau bahan lainnya sudah siap diolah lebih lanjut. Suara dari masakan saat sedang digoreng, sensasi panas pada tangan yang meraba permukaan gorengan, bahkan aroma bumbu yang mulai harum bisa menuntun saya untuk menentukan waktu yang tepat. Dalam video viral yang saya saksikan, seorang ibu tunanetra memasak seblak menggunakan bumbu sederhana seperti bawang putih, kencur, dan cabai. Ia juga menggunakan cara yang sangat praktis dan hati-hati agar hasil masakannya lezat dan aman. Ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan belajar dan berlatih, kita bisa mengatasi hambatan dan tetap produktif. Selain memasak, mengurus rumah tangga juga membutuhkan kreativitas dan kerja keras. Organisasi barang-barang di rumah harus rapi supaya mudah diakses tanpa harus mengandalkan penglihatan. Kepekaan terhadap suara dan sentuhan juga membantu kita mengenali situasi sekitar sekaligus menjaga keselamatan diri dan keluarga. Yang terpenting adalah sikap selalu bersyukur dan percaya bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan halangan untuk menjadi ibu dan istri yang baik. Belajar dari pengalaman orang lain yang menghadapi tantangan serupa juga bisa memberikan motivasi tambahan. Saya percaya, dengan tekad dan dukungan keluarga, kita bisa melewati segala rintangan dan menjalani kehidupan penuh makna. Semoga cerita ini dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dan terus menggali potensi diri meskipun menghadapi kesulitan. Keterbatasan bukan batasan; dengan belajar dan latihan, kita semua bisa menjadi lebih kuat dan mandiri.






















