Mbak mbak jawa absen dulu dongs🤪🤙 ojo lali mampir rek @Bakso Arief #malang24jam #malanghits #malangkuliner #fypシ゚
Aku dulu sering lihat kata "sedo" seliweran di medsos, tapi jujur awalnya nggak terlalu ngeh artinya apa. Baru sadar pas ada yang komen di video lagu Jawa berlatar view pegunungan, tulisannya: "enak tenan lagune, seng nyanyi wis sedo". Dari situ aku mulai cari tahu beneran, soalnya agak kaget juga. Dalam bahasa Jawa, "sedo" (kadang juga ditulis "sedho") artinya meninggal dunia atau mati. Ini bentuk halus/krama dari kata "mati". Biasanya dipakai untuk menghormati orang yang sudah meninggal, mirip kayak bahasa Indonesia yang bedain "mati" dan "meninggal". Jadi kalau ada yang bilang, "Simbahe wis sedo", itu artinya "Nenek/kakeknya sudah meninggal". Sering juga dipakai di berita atau cerita yang pakai bahasa Jawa halus, misalnya: - "Pakdeku sedo wingi wengi" (Pakdeku meninggal tadi malam) - "Nalika sedo, dheweke umure 70 taun" (Saat meninggal, usianya 70 tahun) Di medsos, kadang orang pakai kata "sedo" buat bercanda (meski menurutku agak sensitif), misalnya: - "Aku ndelok rego bakso saiki langsung pengin sedo" (Lihat harga bakso sekarang langsung pengin mati saking kagetnya) Padahal kalau lagi santai butuhnya cuma semangkuk bakso view pegunungan + lagu Jawa, ndak butuh psikolog kok. Tapi gaya bercanda kayak gini sebaiknya dipakai sama orang yang sudah saling kenal, biar nggak disalahartikan. Biar nggak rancu, ini bedanya beberapa istilah terkait dalam bahasa Jawa: - "Mati" → lebih kasar, biasanya buat hewan atau buat ungkapan bercanda - "Sedo" / "tilar donya" → lebih halus, dipakai untuk manusia, konteks sopan Kalau kamu ketemu lagi kata "sedo" di caption, komentar, atau obrolan pakai bahasa Jawa, hampir pasti maksudnya adalah meninggal dunia. Tinggal lihat konteks kalimatnya, serius atau bercanda. Aku pribadi lebih nyaman pakai kata ini di konteks yang sopan, misalnya cerita soal keluarga atau berita duka, bukan buat bahan joke. Jadi, kalau dari tadi kamu kepo "arti kata sedo" dan nyasar ke sini, semoga sekarang udah paham ya. Kalau punya contoh kalimat lain pakai kata "sedo" atau masih bingung sama istilah Jawa yang lain, boleh banget ditulis lagi, nanti kita bahas pelan-pelan kayak lagi nongkrong makan bakso di Malang sambil dengerin lagu Jawa.





































