#Hello2026 makin banyak outlet/warung tenda yang menyediakan menu sarapan serba 10ribuan. Menunya terbilang lengkap mulai dari kue basah, bubur, aneka nasi, lontong sayur, salad, dimsum, dan aneka minuman dijual dengan harga terjangkau dari 5-10 ribuan saja. Jujur saja, aku salah satu pelanggan tetap.
Di rumah aku hanya tinggal berdua dengan Bapakku, jadi kadang lebih sering beli. Seringnya aku masak saat weekend atau hari libur dan hari kerja lebih memilih beli karena lebih praktis. Tapi kadang bisa bikin kalap juga, pilih ini itu dan belanja habis 40-50ribuan.
Soal rasa relatif, kadang ada yang enak dan kadang dapat yang zonk seperti ayam goreng yang keras atau bumbu yang kurang medok.
Lemonade punya pengalaman jajan di penjual sarapan seperti ini? Atau bahkan ada yang jadi supplier atau nitip jual makanan/minuman di outlet seperti ini? Yuk bagikan ceritamu di kolom komentar. #PengalamanKu#BudeLemon8#MauTanya
1/8 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSejak muncul lapak sarapan serba 10 ribu di daerahku, jujur hidup pagi jadi jauh lebih praktis. Tinggal jalan sedikit, udah nemu meja panjang penuh kue basah, roti, sampai makanan kemasan ala catering. Spanduknya gede banget, tulisannya jelas: "Bekal Sarapan Serba 10 Ribu" plus pertanyaan kecil "worth it?" yang bikin orang otomatis nengok.
Dari yang aku lihat, kunci lapak serba 10 ribu itu ada di tampilan spanduk dan banner. Tulisannya harus tegas, gampang kebaca dari jauh, misalnya: "Sarapan Pagi Serba 10 Ribu", "Lapak 10 Ribu", atau simpel aja "Serba 10.000" dengan font tebal. Tambahin keterangan kecil di bawah, misalnya: "kue basah, nasi lauk, minuman" biar orang langsung kebayang jualannya apa. Warna background cerah kayak kuning atau merah muda juga bikin lapak kelihatan lebih hidup.
Kalau kamu lagi cari ide contoh banner sarapan serba 10 ribu, bisa banget tiru konsep yang ada di lapak dekat rumahku. Di spanduknya ada foto-foto menu dari Dapur Queena Catering, kayak nasi goreng karage, nasi goreng katsu, ayam laos, hot lava, ayam crispy migor, dan mix platter. Semua dikasih label "10K" yang gede. Menurutku ini membantu banget buat narik perhatian orang yang lewat, apalagi pekerja kantoran yang buru-buru cari bekal.
Buat yang kepikiran jadi supplier sarapan serba 10 ribu, apalagi di kota besar seperti Jakarta, sistem nitip jual di lapak begini lumayan menjanjikan. Kamu bisa fokus produksi dari rumah atau dapur kecil, lalu titip di lapak yang sudah punya spanduk dan pelanggan tetap. Biasanya pemilik lapak tinggal sediain meja, banner, dan promosi. Kamu tinggal jaga kualitas rasa dan konsistensi harga tetap serba 10 ribu. Kalau bisa, berikan variasi menu yang beda dari yang lain, misalnya salad, dimsum, atau menu sehat.
Dari sisi pelanggan, yang paling bikin aku balik lagi bukan cuma murahnya, tapi juga kenyamanan. Sekali datang bisa ambil kue basah, nasi lauk, sama minum, total masih di kisaran 20–30 ribu. Memang kadang ada juga yang rasa makanannya kurang nendang, tapi selama spanduknya jelas, lapaknya bersih, dan pilihannya banyak, orang tetap akan mampir.
Kalau kamu punya lapak 10 ribu sendiri, coba perhatikan tiga hal: spanduk sarapan pagi yang eye-catching, tulisan serba 10 ribu yang jelas, dan penataan makanan di meja yang rapi. Pengalamanku sebagai pembeli, tiga hal itu sudah cukup buat bikin aku berhenti, baca banner, dan akhirnya ikut jajan. Menurutmu, worth it nggak konsep sarapan 10k ini? Kalau aku sih, selama rasanya oke dan higienis, masih sangat layak banget jadi andalan setiap pagi.