cecendet

hayo anak 90 ada yang tahu gk ini buah apa dan pernah makan gak?

2025/9/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai anak 90-an, waktu lihat cecendet atau ciplukan dijual rapi di supermarket dengan kemasan plastik bening dan label harga, aku langsung mikir: wah, buah liar masa kecil sekarang sudah naik kelas. Dulu aku nemunya di pinggir sawah atau pekarangan, sekarang ada di rak buah dengan harga puluhan ribu. Banyak yang masih bingung, cecendet itu apa sih? Sebenarnya cecendet atau ciplukan adalah buah kecil berwarna kuning keemasan kalau sudah matang, dan dibungkus oleh kelopak tipis mirip kertas kering. Nah, kelopak kering yang seperti lampion kecil itulah yang sering disebut orang sebagai "pembungkus buah ciplukan". Secara botani, itu adalah kelopak (calyx) yang membesar dan melindungi buah. Dulu aku sering buka satu-satu kelopaknya, rasanya kayak buka kado kecil di kebun. Soal nama, di beberapa daerah disebut cecendet, ciplukan, cimplukan, bahkan kadang ada yang nyebut mirip "buah cendet" padahal beda dengan burung cendet kembang yang sering jadi tema kue ultah kicau mania. Jadi kalau kamu cari di supermarket, biasanya labelnya pakai nama Indonesia "ciplukan" atau nama ilmiah "physalis". Selain dimakan langsung, dulu orang-orang tua di kampungku sering memanfaatkan daun cecendet. Daun cecendet direbus, air rebusannya diminum buat membantu menurunkan panas atau meredakan batuk ringan. Aku sendiri pernah coba, rasanya agak sepet, jadi biasanya ditambah madu atau gula batu. Tentu saja, sekarang aku lebih hati-hati dan kalau buat kesehatan tetap konsultasi dokter dulu, tapi menarik juga lihat bagaimana tanaman liar kecil ini dianggap punya khasiat cecendet yang cukup banyak oleh orang zaman dulu. Kalau kamu penasaran mau beli ciplukan di supermarket, biasanya buahnya dikemas dalam plastik bening atau wadah mika kecil, kadang masih dengan kelopak keringnya supaya tetap cantik. Harganya memang relatif mahal dibanding buah biasa, mungkin karena masuk kategori buah premium dan belum sebanyak itu yang membudidayakan tanaman cecendet secara besar-besaran. Buat yang mau tanam sendiri, tanaman cecendet ini termasuk gampang tumbuh. Dulu aku cuma buang bijinya di tanah, beberapa minggu kemudian sudah muncul bibit kecil. Tanaman cecendet bisa tumbuh di pot, butuh sinar matahari cukup dan tanah yang nggak terlalu becek. Asyik banget kalau bisa panen sendiri, tinggal petik buah yang sudah kuning dari balik kelopaknya dan dimakan langsung. Sekarang setiap kali lihat ciplukan di supermarket, aku selalu keinget masa kecil: main di kebun, cari cimplukan yang sembunyi di balik daun, terus dimakan bareng teman-teman. Rasanya manis-asam dan ada sensasi nostalgia yang nggak kebeli. Kamu sendiri, terakhir kali makan cecendet kapan?