... Baca selengkapnyaPertama kali cobain Selat Solo di Dapur Solo, aku benar-benar ngerasa ini versi "salad panas" ala Jawa yang nyaman banget di perut. Kalau biasanya aku makan yang berat dan berminyak, selat solo ini jadi opsi menu Dapur Solo yang lebih ringan tapi tetap bikin kenyang.
Isian di piring Selat Solo Dapur Solo cukup lengkap: ada daging sapi yang diiris, telur rebus, selada, kol, tomat, wortel, buncis, kentang goreng atau keripik kentang, bawang merah goreng, plus kuah kecap dan saus kuning yang khas. Dari segi tampilan, warnanya cantik banget: hijau dari selada dan buncis, oranye dari wortel, merah dari tomat, kuning dari saus dan telur, jadi satu piring yang menggoda.
Dari sisi rasa, menurutku kuah kecapnya cenderung manis-gurih dengan aroma rempah yang lembut. Kalau kamu biasa makan steak ala Barat, bayangin versi Jawa-nya yang lebih manis dan berkuah. Saus kuningnya menambah rasa creamy ringan, tapi nggak bikin enek. Paling enak dimakan barengan: potongan daging sapi, sayur, kentang, disendok bareng kuah kecapnya.
Kalau kamu lagi cari selat Solo di Surabaya atau kota besar lain, Dapur Solo bisa jadi salah satu opsi karena mereka sudah punya beberapa cabang di mal dan ruko. Biasanya ada di area yang gampang dijangkau transport umum, dan tempatnya cukup nyaman buat makan sendiri ataupun bareng keluarga. Menu Dapur Solo juga nggak cuma selat solo; ada juga nasi liwet, nasi langgi, soto, sampai jajanan seperti risoles dan kue tradisional. Jadi kalau ada teman yang nggak pengen selat, masih banyak pilihan lain.
Tips dari aku kalau pesan Selat Solo Dapur Solo:
1. Minta sayurnya agak banyak kalau kamu tipe pencinta sayur, karena kombinasi selada, kol, wortel, dan buncis ini yang bikin terasa segar.
2. Kalau kurang suka manis, kamu bisa bilang ke pelayan untuk minta kuahnya jangan terlalu banyak atau tambahin sambal biar ada sensasi pedas.
3. Enak juga dipadukan dengan minuman hangat seperti teh tawar panas atau wedang jahe, supaya makin berasa masakan rumahan Jawa-nya.
Dari segi porsi, menurutku selat solo di sini pas buat satu orang, terutama buat makan siang atau makan malam yang nggak terlalu berat. Karena banyak sayur, rasanya juga lebih "ringan" di perut dibanding menu goreng-gorengan. Kalau lagi diet tapi tetap pengen makan enak, menu ini cukup aman.
Buat kamu yang penasaran sama menu Dapur Solo lainnya, biasanya di buku menu ada kategori masakan sehat atau berkuah seperti selat solo, soto, dan sayur asem. Aku pribadi sering balik ke selat solo karena rasanya konsisten dan selalu bikin kangen. Kalau kamu tinggal di Surabaya atau kebetulan lagi main ke sana, nggak ada salahnya hunting cabang Dapur Solo terdekat dan coba sendiri Selat Solo mereka, lalu bandingin sama selat solo yang pernah kamu makan di Solo atau tempat lain.