Kopi tannggal tua
cerita dan kopi di kedai Istana Kopi Ubud
Pertama kali dengar nama Istana Coffee & Roastery Ubud, ekspektasi aku langsung tinggi. Namanya saja sudah "istana", jadi aku penasaran apakah pengalaman ngopinya juga bakal berasa se-royal itu. Akhirnya aku sempatin datang pas lagi jalan-jalan di Ubud, sekalian cari tempat istirahat setelah seharian keliling. Lokasinya cukup mudah ditemukan di area Ubud yang ramai, tapi begitu masuk ke dalam, suasananya langsung berubah jadi jauh lebih tenang. Nuansa kedainya warm, banyak elemen kayu dan penerangan yang nggak terlalu terang, jadi berasa homey. Buat yang suka kerja dari kafe, tipe tempat seperti ini nyaman banget: ada colokan listrik, meja cukup luas, dan musiknya nggak berisik. Soal kopi, di Istana Coffee mereka juga roastery, jadi pilihan biji kopinya lumayan lengkap. Aku sempat nyobain hot latte dan satu lagi manual brew. Latenya creamy dengan espresso yang cukup bold, bukan tipe yang terlalu milky. Buat yang baru mulai suka kopi, aman banget. Sementara manual brewnya punya notes rasa yang lumayan jelas, baristanya juga enak diajak diskusi soal rasa dan rekomendasi beans yang cocok sama selera kita. Kalau kamu bukan pencinta kopi hitam, di Istana Coffee juga ada pilihan minuman non-kopi. Teman aku pesan iced chocolate dan katanya rasanya nggak terlalu manis, masih kerasa coklatnya. Ini penting banget buat yang suka nongkrong di kafe tapi nggak selalu mau minum kopi. Biasanya aku juga cek bagian ini, karena kadang kalau datang rame-rame, nggak semua orang kuat minum kopi. Yang bikin betah di sini itu kombinasi antara suasana dan pelayanannya. Staff-nya ramah, tapi nggak yang over-friendly. Mereka juga nggak ngeusir halus kalau kita duduk agak lama sambil kerja atau ngobrol. Selama tetap pesan dengan wajar, rasanya nyaman saja buat stay lebih dari satu jam. Di Ubud yang turistik banget, dapat tempat seperti Istana Coffee rasanya menyenangkan. Menurut aku, Istana Coffee & Roastery Ubud ini cocok buat beberapa tipe orang: wisatawan yang lagi cari tempat ngopi sebelum atau sesudah eksplor Ubud, pekerja remote yang butuh spot tenang dengan wifi, sampai coffee enthusiast yang penasaran coba racikan roastery lokal. Kalau kamu lagi di Bali dan bosan dengan kafe yang itu-itu saja, istana kopi yang satu ini layak banget dimasukin ke itinerary. Tips kecil dariku: kalau mau suasana lebih sepi, datang di jam-jam tanggung seperti pagi agak siang atau sore sebelum jam pulang kantor. Selain lebih leluasa pilih tempat duduk, kamu juga bisa lebih santai nikmatin kopi tanpa terlalu ramai orang lalu-lalang.














































