Kenapa Harus Iphone

Pertanyaan ini sederhana, tapi jawabannya bisa bikin warung kopi penuh perdebatan. Orang beli iPhone katanya demi kualitas. Padahal yang sering dipamerin bukan kameranya, tapi logo apel kegigit itu.

iPhone itu kayak punya KTP elite. Mau selfie jelek pun tetap kelihatan “wah” kalau diunggah dengan watermark iPhone. Mau ngecas pinjem colokan aja, tapi kalau colokannya iPhone, rasanya kayak status sosial naik satu level.

Ada yang bilang, “iPhone awet, performa stabil.” Betul, tapi lebih awet lagi kalau nggak beli sama sekali, kan uangnya masih utuh.

Jadi kenapa harus iPhone? Ya biar nongkrong sambil taruh HP di meja itu kelihatan “beda”. Karena di negeri ini, gengsi sering lebih penting daripada fungsi.

#TentangTech #CurcolanHati

2025/8/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur aja, pertama kali lihat iPhone biru tua dengan logo Apple putih di belakang, aku juga sempat kepincut. Bukan karena ngerti banget soal chipset atau fitur kamera, tapi lebih ke vibes-nya yang kelihatan mahal dan “rapi”. Dari jauh aja, warna biru tua plus logo Apple di casing itu sudah cukup bikin orang nengok dua kali. Tapi makin ke sini, aku sadar kalau alasan orang pengin punya iPhone itu campuran antara kebutuhan dan gengsi. Ada temanku yang bilang, "Awalnya cuma pengin warnanya, pengin iPhone biru tua biar beda sama yang lain." Padahal kalau dipikir-pikir, waktu HP-nya dipakai sehari-hari, yang dilihat orang ya tetap logo apple di belakang iPhone, bukan spek dalemnya. Aku juga pernah nyobain pakai casing transparan biar logo Apple tetap kelihatan. Rasanya lucu sih, kayak sengaja nunjukin, "Eh, ini iPhone loh." Bahkan waktu HP cuma ditaruh di meja kafe, ada rasa bangga aneh gitu. Padahal fungsinya ya sama aja: chat, foto, scroll sosmed, nonton video. Dari sisi pengalaman pakai, memang ada beberapa hal yang aku suka. Misalnya, sistem operasi yang stabil, kamera yang konsisten, dan warna iPhone biru tua yang nggak bikin cepat bosan. Tapi tetap, kalau jujur sama diri sendiri, daya tarik terbesarnya tetap ada di logo Apple di belakang iPhone. Saat difoto pakai kaca, atau selfie di depan cermin, logo itu sering sengaja nggak disembunyiin. Ada juga momen waktu nongkrong bareng teman. Yang pakai iPhone, apalagi warna unik kayak biru tua, sering tanpa sadar naruh HP-nya di posisi yang kelihatan logo. Yang pakai HP Android kadang cuma ketawa, tapi sesekali juga bilang, "Nanti kalau ganti, pengin coba iPhone juga deh, keren warnanya." Jadi kelihatan banget kalau urusan HP itu bukan cuma soal fitur, tapi juga soal perasaan pengin diakui. Kalau kamu lagi mikirin mau beli iPhone biru tua karena suka tampilan belakangnya, nggak ada yang salah. Tapi mungkin bisa ditanya lagi ke diri sendiri: lebih butuh fungsinya atau logonya? Kalau setelah dipikir matang masih pengin, ya nggak apa-apa, yang penting sadar kalau yang dibeli itu bukan cuma HP, tapi juga rasa percaya diri extra dari logo Apple di belakang iPhone.

18 komentar

Gambar  𝐙𝐚𝐜𝐤
 𝐙𝐚𝐜𝐤

@Celotehanku Ya betul. Orang jaman sekarang kalo ditanya ngapain pilih iPhone pasti ngonten. Tapi logo apel kegigit itu. Gak peduli 2ndhand atau brand new. Gak peduli iPhone model lama. Maaf ya, mau pake iPhone tapi begok gak tau function doang. Pake kayak android baterai rusak bilang iPhone gak awet gak tahan nyesel udah beli iPhone. 🫤

Gambar novianti
novianti

karna kamera, audio, warna pada layar itu bagus kak, rasanya premium banget beda dari andro

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya