... Baca selengkapnyaJujur, aku dulu termasuk orang yang suka bikin hidup sendiri jadi rumit. Overthinking, gampang kebawa omongan orang, maunya banyak tapi kemampuan belum nyampe. Sampai suatu saat aku sadar, hidup itu simple kalau kita mau belajar cara menghadapinya pelan-pelan.
Pertama, jangan ikut campur urusan orang. Aku pernah capek sendiri karena terlalu peduli sama drama orang lain. Ikut komentar, ikut pusing, padahal itu bukan tanggung jawabku. Sekarang aku belajar untuk tahu batas. Kalau diminta pendapat, aku kasih secukupnya, tapi nggak memaksakan diri harus selalu terlibat. Hidup lebih tenang ketika fokus beresin urusan pribadi dulu.
Kedua, hiduplah sesuai kemampuan, bukan sesuai kemauan. Keinginan kita nggak ada habisnya, tapi kemampuan—baik finansial, tenaga, maupun mental—ada batasnya. Dulu aku suka memaksakan diri beli ini-itu biar “kelihatan” sama orang lain. Akhirnya stres sendiri karena keuangan berantakan. Sekarang, kalau mau beli sesuatu, aku tanya dulu ke diri sendiri: ini kebutuhan atau cuma gengsi? Ternyata ketika jujur sama kemampuan diri, hati jauh lebih lega.
Ketiga, syukuri dan terima apa yang ada. Bukan berarti nggak boleh punya mimpi besar, tapi jangan benci keadaanmu sekarang. Aku mulai rutin nulis hal-hal kecil yang bisa disyukuri setiap hari: masih punya orang tua, masih bisa makan, masih punya teman yang baik. Dari situ pelan-pelan rasa iri ke kehidupan orang lain berkurang. Hidup terasa lebih simple karena fokus ke yang ada, bukan yang belum punya.
Keempat, jangan pedulikan omongan orang yang toxic. Akan selalu ada yang komentar negatif tentang pilihan hidup kita, mau sehebat apa pun kita. Dulu aku gampang down kalau dikomentari, apalagi soal fisik atau pekerjaan. Sekarang, setiap ada omongan toxic, aku filter: kalau memang kritik membangun, aku terima. Kalau cuma menjatuhkan, aku lepaskan. Ingat, bukan semua orang layak punya akses ke hati dan pikiran kita.
Yang paling utama, jaga diri kita, orang tua, dan keluarga kita. Hidup simple itu bukan berarti nggak punya masalah, tapi tahu mana yang prioritas. Buatku, kesehatan fisik dan mental diri sendiri itu nomor satu, karena dari situlah kita bisa menjaga orang-orang yang kita sayang. Istirahat cukup, makan yang bener, kurangi begadang nggak jelas, dan jangan ragu minta bantuan kalau lagi berat.
Kalau kamu lagi merasa hidup berantakan, coba pelan-pelan terapkan hal-hal ini. Nggak harus langsung sempurna. Namanya juga hidup, prosesnya memang naik turun. Tapi ketika kita mulai melihat hidup sebagai sesuatu yang simple untuk dijalani, bukan beban yang harus selalu sempurna, hati jadi lebih ringan dan langkah terasa lebih mudah.
Jangan deket-deket sama orang dan lingkungan toxic nanti ketularan