Ternyata ada loh usaha yang akan tetap menghasilkan hingga kita tua. Kalian tau gak itu usaha apa??
Aku pernah dikasih tau sama seorang temen yang sudah sukses kalo ada beberapa usaha yang Insyaallah sampai kapan pun gak ada matinya. Misalnya kamu bisa buka usaha warung kecil di rumah, jual kebutuhan harian yang cepat laku, sewa kos atau kamar, atau usaha rumahan yang gak terlalu mengeluarkan tenaga besar dan masih banyak yang lainnya. Kamu bisa swipe gambar diatas.
semoga menginspirasi ya dan bisa menjadi ladang cuan buat kalian yg mau dan berani mencoba🥰
2025/11/27 Diedit ke
... Baca selengkapnyaKalau ngomongin kegiatan mengerahkan tenaga dan ikhtiar, aku jadi mikir ulang soal kerja capek seharian tapi uangnya cepat habis. Dari obrolan sama temen yang sudah lebih dulu sukses, aku jadi sadar kalau ikhtiar itu bukan cuma soal kerja paling keras, tapi juga kerja paling cerdas dan berkelanjutan.
Contohnya dari 7 penghasilan yang tetap mengalir di masa tua tadi. Buka warung kecil di rumah itu kelihatannya sederhana, tapi kalau dipikir, warung adalah contoh ikhtiar yang stabil. Orang setiap hari butuh beras, telur, gas elpiji, air galon, kopi sachet, cemilan, dan kebutuhan harian lainnya. Tenaga memang tetap dipakai, tapi lebih ke jaga warung, beresin stok, dan melayani pembeli. Bukan kerja fisik berat yang menguras badan sampai sakit.
Begitu juga dengan jual barang harian yang cepat laku. Strateginya, pilih barang yang selalu dibutuhkan orang dan perputaran uangnya cepat. Misalnya galon, pulsa, token listrik, sampai jajanan anak. Ini termasuk bentuk ikhtiar yang cerdas karena sekali kita susun sistemnya, selanjutnya tinggal dijalankan dengan ritme yang nyaman.
Sewa kos atau sewa kamar juga salah satu bentuk ikhtiar yang menurutku menarik. Di awal memang butuh tenaga dan modal buat renovasi atau persiapan, tapi setelah itu penghasilan bisa mengalir tiap bulan. Tenaga yang dikeluarkan lebih banyak ke urusan kontrol dan komunikasi dengan penyewa, bukan kerja fisik terus-terusan.
Usaha rumahan yang tidak membutuhkan tenaga besar pun bisa jadi pilihan, misalnya jual kue kering, kopi sachet, atau makanan simpel yang bisa dikerjakan di rumah. Aku pribadi suka konsep usaha rumahan karena tetap bisa mengerjakan aktivitas lain sambil usaha jalan. Jadi ikhtiar tetap ada, tapi tubuh tetap bisa dijaga.
Yang menarik lagi adalah dagang online sederhana. Sekarang banyak orang yang mulai dari jual barang bekas di rumah atau jadi dropshipper. Tinggal foto barang, upload, balas chat, dan kirim paket. Memang butuh konsistensi, tapi tidak menguras tenaga seperti kerja lapangan berat. Ikhtiar tetap maksimal, tapi lebih ke memanfaatkan teknologi.
Terakhir, ada konsep titip usaha ke anak atau karyawan ketika kita sudah tua dan tenaga mulai berkurang. Di sini peran kita lebih ke kontrol, jaga kas, dan mengawasi jalannya usaha. Ini bentuk ikhtiar yang lebih halus: bukan lagi angkat-angkat barang, tapi pakai pengalaman dan kebijaksanaan untuk menjaga usaha tetap hidup.
Intinya, kegiatan mengerahkan tenaga dan ikhtiar itu bisa diarahkan ke usaha yang lebih panjang napasnya. Bukan cuma kerja harian yang bikin lelah, tapi usaha yang pelan-pelan dibangun supaya suatu saat bisa tetap menghasilkan walaupun tenaga kita sudah tidak sekuat dulu. Menurutku, mulai dari warung kecil, sewa kos, jadi agen pembayaran, sampai dagang online, semuanya bisa jadi ladang cuan asal kita mau belajar dan konsisten.
selamat mbak bagus idenys