Satu hal baru yang Pelan-pelan ingin kudalami

Hai, aku Devi.

Di tahun 2025 ini, aku menemukan satu hal baru yang membuatku sangat tertarik untuk belajar dan mendalaminya.

Hari ini, aku memutuskan untuk benar-benar melangkah ke arah itu.

Dan hal itu adalah kaligrafi.

InsyaAllah, di tahun depan aku akan kembali melihat postingan ini,

untuk mengingat: sejauh apa aku sudah berproses,

sejauh apa aku bertahan.

Kalau kamu juga punya rencana dan target,

yuk tulis di kolom komentar.

Biar tahun depan kita bisa sama-sama melihat,

sejauh mana kita tumbuh 🌱

#GoodBye2025 #Hello2026 #L8CreatorAwards #Recap2025 #DiaryHariIni

2025/12/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSejak nulis target di akhir tahun 2025 ini, aku jadi makin serius mikirin perjalanan belajarku di dunia kaligrafi. Dari awal cuma iseng bikin gantungan kunci kaligrafi kecil-kecil, terus pelan-pelan berani ngerjain karya yang lebih besar. Kadang aku suka mikir, mungkin suatu hari aku bisa ikut lomba dan siapa tahu bisa ngerasain jadi juara 1 kaligrafi kontemporer nasional. Kedengarannya gede banget ya, tapi nggak apa-apa, namanya juga mimpi. Kalau kamu juga punya keinginan buat berprestasi di bidang kaligrafi, terutama kaligrafi kontemporer, kita bisa mulai dari hal-hal sederhana dulu. Misalnya, setiap hari sediakan waktu 15–30 menit buat latihan goresan dasar. Aku biasanya latihan bentuk huruf, ketebalan garis, dan komposisi di kertas bekas dulu sebelum pindah ke kertas yang lebih bagus. Dari situ lama-lama mulai kerasa ritme tangannya, dan garis jadi lebih stabil. Aku juga mulai belajar bedain gaya kaligrafi Arab klasik dengan kaligrafi kontemporer. Kalau yang kontemporer itu biasanya lebih bebas, warna-warni, dan sering digabungin sama ilustrasi atau background cat air. Karya Asmaul Husna yang sering aku buat itu juga jadi salah satu cara buat eksplorasi gaya kontemporer: main di warna, bentuk, dan komposisi, tapi tetap menjaga keindahan huruf Arabnya. Soal alat, aku lagi senang banget eksplor qalam tradisional dan berbagai jenis pena kaligrafi. Ternyata beda ujung pena, beda juga karakter garis yang dihasilkan. Kadang hasilnya berantakan, tapi dari situ aku belajar mana yang paling enak dipakai buat gaya tulisanku sendiri. Buat kamu yang pengen mulai, nggak harus langsung beli alat mahal. Spidol miring atau brush pen murah pun bisa banget jadi langkah awal sebelum naik ke qalam dan tinta khusus. Kalau nanti beneran mau ngejar target ikut lomba tingkat nasional, termasuk lomba kaligrafi kontemporer, aku kepikiran buat nyusun semacam "roadmap" pribadi: tahun pertama fokus ke dasar-dasar huruf, tahun kedua mulai bikin portofolio karya terbaik, dan pelan-pelan belajar komposisi yang lebih kompleks. Di sela-sela itu, ikut lomba kecil atau tantangan online juga bisa jadi latihan mental dan nambah jam terbang. Menurutku, gelar juara 1 kaligrafi kontemporer nasional itu bukan cuma soal menang lomba, tapi soal seberapa konsisten kita ngejaga proses dan rasa cinta sama kaligrafi itu sendiri. Makanya aku tulis postingan ini sebagai penanda: di tahun 2025 aku mulai dari sini. Kalau tahun depan kamu baca lagi caption ini, semoga kita sama-sama bisa tersenyum sambil bilang, "Wah, ternyata kita sudah sejauh ini ya." Yuk, kalau kamu juga punya mimpi di dunia kaligrafi atau bidang lain, tulis targetmu. Biar nanti kita bisa sama-sama melihat sejauh apa kita tumbuh.

3 komentar

Gambar Andi Anadi
Andi Anadi

imut bgt

Gambar Oydwis🌷
Oydwis🌷

smngattt kaa🥰

Lihat lainnya(1)