Anakku kena cacar air 😱 || Jangan panik
Hati Ibu mana yang tega melihat sekujur tubuh anaknya bentol-bentol begini?
Untungnya kami berlima dulu pernah mengalami
(Aku, suami, dan ketiga anak perempuanku)
Cacar air beruntun, karena memang menular
Padahal itu terjadinya di tahun 2015
Sekarang, giliran anakku yang no 4
Dan aku sudah tidak panik menghadapinya
Aku beri Dewa multivitamin; Nuvit
Lalu tetap aku mandiin
Kali ini mandinya pakai air bioglass
Cara bikinnya, bioglass diputar melawan arah jarum jam sebanyak kurang lebih 20x
Alhamdulillah dalam waktu 4 hari saja
Luka cacar air Dewa mengering
Dan sama sekali tidak aku bawa ke dokter
Atau minum obat, hanya multivitamin saja
Jadi lemonade, jika kalian mengalami cacar air
Tetap harus mandi ya, agar virusnya cepat pergi
Note : jika memakaikan handuk cukup ditepuk-tepuk pelan, jangan digosok
Pas pertama kali lihat bintik merah cacar air di badan anak, aku juga sempat takut ini cacar monyet atau alergi biasa. Bedanya, cacar air itu biasanya diawali bintik merah kecil yang cepat banget berubah jadi lentingan berisi cairan bening. Bintiknya juga menyebar dari badan, punggung, baru ke muka dan tangan. Kalau cacar monyet pada anak, ruamnya biasanya lebih besar, tebal, dan disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang jelas, jadi tetap penting banget kalau ragu segera periksa ke dokter. Menurut pengalamanku, fase cacar air itu kurang lebih begini: 1. Awal bintik merah: anak biasanya mulai rewel, agak demam, lalu muncul bintik kecil seperti digigit serangga. 2. Lenting berisi cairan: bintik merah tadi berubah jadi gelembung kecil berisi cairan. Di fase ini gatalnya luar biasa. 3. Mulai mengering: cairan di dalam lentingan mengeruh lalu mengering, jadi keropeng kecokelatan. Ini yang sering disebut cacar air mulai mengering. 4. Keropeng rontok: keropeng pelan-pelan lepas sendiri, dan di situ kulit mulai pulih. Jangan dikupas paksa ya, supaya tidak meninggalkan bekas bopeng. Banyak yang tanya, gimana contoh cacar air yang sudah kering? Di anakku, bentuknya seperti titik cokelat kehitaman, permukaannya keras dan kering, tidak lagi berisi cairan. Kalau dipegang nggak lembek, dan gatalnya sudah jauh berkurang. Foto-foto di artikelnya kurang lebih nunjukin fase ini, bintik cacar air yang tadinya merah sudah mengecil dan mengering. Soal perawatan kulit, selain aku tetap mandiin anak (karena menurutku lebih nyaman dan bersih), aku juga pernah coba beberapa hal: - Mandi oatmeal cacar air: oatmeal utuh dimasukkan ke dalam kain tipis, lalu direndam di air hangat. Airnya dipakai mandi, lumayan bantu meredakan gatal. - Kompres dingin di area yang paling gatal, tapi jangan terlalu lama. - Pilih sabun yang lembut dan tidak wangi tajam. Banyak orang tua juga pakai salep cacar air untuk anak. Pengalamanku, aku pribadi lebih hati-hati dan biasanya konsultasi dulu ke dokter sebelum pakai salep, apalagi yang berlabel obat cina untuk cacar atau salep yang belum jelas kandungannya. Kulit anak kan masih sensitif banget, jadi jangan sembarangan oles sesuatu hanya karena lihat review. Yang penting, jangan biarkan anak menggaruk bintik merah cacar air yang masih basah, karena bisa infeksi dan ninggalin bekas. Kuku anak sebaiknya dipotong pendek, kalau perlu dipakaikan sarung tangan. Baju juga pilih yang longgar dan lembut supaya tidak menambah iritasi. Untuk pengobatan dari dalam, selain multivitamin, aku fokus di makanan: banyak minum air putih, buah segar, dan hindari makanan yang terlalu manis atau berminyak. Istirahat cukup juga sangat membantu supaya luka cacar air cepat mengering. Intinya, kalau bintik cacar air sudah mulai mengering, biasanya sebentar lagi masuk fase pemulihan. Tapi kalau bintik makin banyak, anak demam tinggi, lemas banget, atau kamu curiga ini cacar monyet pada anak, jangan ragu untuk bawa ke fasilitas kesehatan. Pengalaman pribadi itu penting, tapi tetap harus seimbang dengan saran medis biar anak aman dan cepat sembuh.



