kertas thermal logo BRI
Aku dulu sempat bingung waktu pertama kali beli kertas thermal untuk printer, apalagi buat nota transaksi yang ada logo BRI di atasnya. Ternyata, beda jenis kertas thermal itu kerasa banget hasil cetaknya. Jadi aku mau share beberapa hal yang kupelajari supaya kamu nggak salah beli. 1. Pilih ukuran kertas thermal yang sesuai printer Setiap printer thermal biasanya sudah punya ukuran standar, misalnya 58mm atau 80mm. Printer kasir mini biasanya pakai 58mm, sedangkan printer yang lebih besar atau untuk struk panjang pakai 80mm. Sebelum beli, cek dulu tipe printernya. Kalau dipaksa pakai ukuran yang salah, hasil cetak bisa miring atau malah kertasnya nggak bisa masuk. 2. Perhatikan kualitas lapisan kertas Kertas thermal itu punya lapisan khusus yang bereaksi dengan panas. Kertas yang murah banget biasanya lapisannya tipis, jadi tulisan cepat pudar. Pengalamanku, kalau buat nota penting atau arsip transaksi, mending pilih yang kualitas sedikit di atas standar. Biasanya tulisannya lebih pekat dan nggak cepat memudar kalau disimpan di dompet atau map. 3. Contoh isi nota printer thermal Untuk contoh nota printer thermal, formatnya biasanya seperti ini: - Logo bank atau toko di bagian atas (misal logo BRI) - Nama merchant / nama usaha - Alamat singkat atau ID agen - Tanggal dan jam transaksi - Nomor referensi / kode transaksi - Jenis transaksi (setor, tarik, pembayaran, dll.) - Jumlah uang - Keterangan tambahan (misalnya "ANK BRI" atau keterangan lainnya) - Catatan kecil di bawah, misal: "Simpan struk ini sebagai bukti transaksi" Kamu bisa atur isi nota di aplikasi atau sistem kasir yang kamu pakai, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. 4. Kenapa tulisannya bisa cepat pudar? Banyak yang kaget kenapa nota dari kertas thermal kadang cepat hilang tulisannya. Dari pengalamanku, penyebab utamanya: - Kena panas langsung, misal disimpan di atas dashboard mobil atau dekat jendela. - Kena gesekan terus-menerus di dompet. - Kertas thermal kualitas rendah. Makanya, kalau untuk bukti penting, aku biasanya foto atau scan notanya, karena struk thermal memang kurang tahan jangka panjang. 5. Tips menyimpan kertas dan nota thermal Supaya awet, kertas thermal (yang masih gulungan) sebaiknya disimpan di tempat kering, tidak lembap, dan jauh dari panas. Sedangkan notanya sendiri kalau perlu disimpan lama, taruh di map plastik bening dan jangan dilipat-lipat terlalu sering. 6. Beli kertas thermal yang isi gulungannya jelas Kadang di kemasan tertulis misalnya "EXP 30092" atau keterangan lain. Perhatikan panjang gulungan dan tanggal kedaluwarsa kalau ada. Kertas thermal yang sudah terlalu lama kadang kualitas cetaknya menurun, jadi lebih abu-abu dan tidak setajam kertas baru. 7. Bandingkan beberapa merek dulu Sebelum kamu pakai banyak, coba dulu 1–2 gulung dari merek berbeda. Lihat mana yang hasil cetaknya paling tajam di printer kamu. Di tempatku, ada merek yang bagus di satu printer tapi kurang bagus di printer lain. Jadi memang cocok-cocokan. Dengan tahu contoh nota printer thermal dan cara pilih kertas thermal yang tepat, menurutku pekerjaan kasir atau agen BRI jadi lebih rapi dan profesional. Kalau kamu sering cetak struk, nggak ada salahnya sedikit invest di kertas yang lebih bagus supaya nasabah atau pelanggan juga lebih percaya dengan bukti transaksi yang mereka terima.














