... Baca selengkapnyaAku sempat bingung waktu baca pengumuman dari sekolah soal nonton bareng film “cyber bullying” di XXI City Mall. Di pamfletnya ada tulisan singkatan-singkatan bioskop yang nggak semua orang tua paham, salah satunya “TBC”. Banyak yang kira itu nama penyakit, padahal di dunia perbioskopan, TBC biasanya dipakai sebagai kode jadwal atau status film, misalnya “To Be Confirmed” alias jadwal jam tayangnya masih menunggu kepastian. Jadi kalau lihat jadwal XXI di aplikasi atau website, terus ada tulisan TBC, artinya jam tayang atau studionya belum fix.
Aku sampai cek jadwal XXI CCM (City Mall) lewat aplikasi, soalnya pengen tahu sebenarnya anak-anak ini nonton jam berapa, filmnya masuk kategori apa, terus durasinya berapa lama. Buat orang tua yang kerja atau rumahnya lumayan jauh dari mall, info jadwal kayak gini penting banget buat ngatur antar-jemput. Kadang di grup WA orang tua juga ada yang tanya, “Bu, ini film cyberbullying tayang reguler juga nggak ya di jadwal XXI CCM? Bisa nggak sih kalau mau dampingin anak nonton?”. Menurutku wajar banget kalau orang tua pengen ikut pantau, apalagi topiknya soal mental dan pergaulan anak sekolah.
Jujur, awalnya aku seneng karena sekolah peduli sama isu cyber bullying. Film kayak gini bisa buka mata anak-anak soal bahaya komentar jahat di medsos, body shaming, atau bahan ejekan yang direkam diam-diam lalu diviralkan. Kadang kita sebagai orang tua baru ngeh anak jadi korban atau pelaku bullying setelah lihat contoh nyata di film atau diskusi kelas. Makanya aku sempat sedih banget waktu sadar anakku nggak bisa ikut nonton bareng ke XXI, selain nggak ada kendaraan, biaya juga harus dipikirin. Kalau ikut, otomatis harus mikir logistik: bensin, uang jajan, kadang parkir, dan kalau bawa adik-adiknya ke mall, pasti tambah repot.
Tapi dari kejadian ini, aku jadi mikir alternatif lain. Kalau nggak bisa ikut kegiatan di luar, aku coba cari cara biar anak tetap dapat ilmunya. Misalnya, habis pulang sekolah aku ajak ngobrol pelan-pelan: tadi di kelas gurunya jelasin apa soal cyber bullying, teman-teman cerita apa aja, dan gimana perasaan anakku. Aku juga cari video pendek di YouTube yang jelasin tentang cyberbullying dengan bahasa yang ringan, terus kita tonton bareng di rumah. Rasanya memang beda sama nonton di bioskop XXI yang seru dan rame-rame, tapi setidaknya dia nggak ketinggalan materi pentingnya.
Buat orang tua lain yang kondisi ekonominya mirip, menurutku nggak apa-apa banget kalau sesekali anak nggak ikut kegiatan jauh seperti nonton di bioskop, selama kita tetap hadir jadi tempat cerita dan diskusi. Kita bisa jelasin pelan-pelan kenapa nggak bisa ikut: karena kendaraan, karena harus atur uang, bukan karena kita nggak sayang. Justru dari sini anak belajar soal prioritas dan realita hidup. Dan kalau masih penasaran jadwal filmnya, tinggal cek jadwal XXI CCM lewat aplikasi atau website, biar tetap update walau cuma bisa “ikut” dari jauh.
Yang penting, pesan utama dari film cyberbullying tetap bisa kita tanamkan: jangan sembarangan komen di sosmed, jangan rekam teman buat bahan ejekan, dan jangan diam kalau lihat ada yang dibully online. Walau nggak duduk di kursi empuk bioskop, obrolan hangat di rumah kadang jauh lebih ngena buat anak.