Pekerjaan yang tidak pernah aku cita-citakan
Hallo teman-teman 🍋
Pengalaman berjualan ricebowl, dari yang tidak sengaja masih bertahan hingga saat ini.
Alhamdulillah, selalu aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bisa mencari rejeki dengan berjualan ricebowl, masih diberi kesehatan dan juga jiwa yang kuat untuk selalu melangkah lebih baik.
2020 setelah aku lulus dari SMA aku tidak pernah bermimpi untuk melanjutkan ke jenjang kuliah, bagiku tidak mungkin aku bisa berkuliah dikarenakan beberapa faktor dan masalah di keluargaku.
Aku mempunyai hobi memasak, diwaktu itu aku sempat mencoba resep dari youtube membuat ayam saus ala-ala richeese, aku foto hasil masakan ku untuk ku upload di story. Waktu itu temanku bercanda mau pesan, ternyata dia memberi review juga dibuatkan story disosial media nya. Siapa sangka waktu itu banyak yang mulai pesan masakan ku ini. Dulu aku jualan ricebowl dengan sistem open pre-order jadi setelah pesanan siap aku mengantarkan ke lokasi teman-teman ku ini. Alhamdulillah masih sama seperti sekarang🤗
Mulai lah aku membuat nama resto ala-ala ku ini dengan nama Fad Kitchen, Fadhila itu nama depan ku dan Kitchen artinya dapur.
Fad Kitchen = Dapur Fadhila✨
Sekian pengalaman awal mula berjualan ricebowlku ini, semoga menginspirasi teman-teman 🍋 yang ingin mulai berjualan.
Terimakasih sudah membaca postingan ku ini ya♥️
#TentangKehidupan #PerasaanKu #TipsLemon8 #KerjaDariRumah #ricebowls
Kalau ditarik ke belakang, aku sendiri nggak nyangka bisa sejauh ini jualan ricebowl. Awalnya cuma modal satu menu: ayam krispi + saus wijen, nasi hangat, sedikit selada dan timun, yang penting terlihat rapi di bowl. Tapi ternyata dari situ aku belajar pelan-pelan tentang dunia usaha makanan rumahan. Buat teman-teman yang pengin mulai jualan ricebowl dari rumah, aku mau share beberapa hal praktis yang aku jalani sendiri: 1. Mulai dari satu menu andalan Aku dulu cuma jual satu menu yang benar-benar aku kuasai rasanya. Misalnya ayam krispi dengan saus wijen, ditaburi wijen putih dan daun bawang biar kelihatan lebih menggugah selera. Menurutku, lebih baik satu menu tapi enak dan konsisten, daripada banyak menu tapi rasanya biasa saja. 2. Manfaatkan pre-order biar nggak tekor Karena modal terbatas, aku pakai sistem open pre-order. Jadi sehari sebelumnya aku umumkan di story, yang mau pesan ricebowl bisa booking dulu. Besoknya aku masak sesuai jumlah pesanan. Cara ini ngebantu banget mengurangi sisa bahan dan mengatur pengeluaran. 3. Foto makanan sejujur mungkin Foto-foto ricebowlku juga simpel saja, pakai cahaya alami dekat jendela. Yang penting tampilan ayam krispi, saus wijen yang glossy, dan sayurannya kelihatan segar. Menurutku, foto yang mirip aslinya bikin pelanggan percaya dan mau repeat order. 4. Kirim sendiri dulu, sambil belajar Di awal, aku sendiri yang antar pesanan ke rumah atau kantor teman-teman. Capek, iya. Tapi dari situ aku belajar rute, hitung waktu, dan ketemu langsung sama pembeli. Obrolan kecil waktu COD itu sering banget jadi sumber feedback jujur yang sangat membantu. 5. Kasih nama brand yang ada ceritanya Fad Kitchen mungkin terdengar sederhana, tapi di dalamnya ada nama aku sendiri. Buat aku, nama ini jadi pengingat bahwa usaha ini lahir dari dapur rumah, dari tangan sendiri, bukan bisnis besar. Pelanggan juga jadi lebih mudah ingat karena ada personal touch. 6. Terima kritik, jangan baper Pernah juga ada yang bilang sausnya terlalu asin, atau ayamnya kurang krispi. Dulu sempat sedih, tapi lama-lama aku jadikan bahan evaluasi. Setiap kali ada masukan, aku catat, lalu kucoba perbaiki di batch berikutnya. 7. Jaga kesehatan dan mental Jualan makanan itu capek fisik dan mental. Bangun pagi, masak, packing, antar. Aku belajar untuk kenal batas diri: kapan harus istirahat, kapan harus bilang "hari ini tutup dulu ya". Rezeki memang penting, tapi badan dan pikiran juga harus dijaga. Sekarang, setiap lihat deretan rice bowl berisi nasi, ayam krispi saus wijen, dan sayuran yang rapi, rasanya campur aduk: capek, senang, bangga. Buat kamu yang lagi bingung mau mulai dari mana, mungkin bisa mulai dari hal sesederhana hobi masak di dapur rumah. Pelan-pelan saja, yang penting berani mencoba dan konsisten.


masyaAllah enak 🥰 sukses selalu kak